Mudik lebaran

KAI: Mulai H-5 sampai H+6 Tak Bisa Mudik Pakai Kereta!

Kompas.com - 22/07/2012, 13:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Raya Idul Fitri masih sekitar satu bulan lagi. Namun demikian, tiket kereta api untuk mudik lebaran tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur saat ini sudah habis terjual mulai H-5 sampai H+6.

Tiket ludes terjual lantaran penjualan sudah mulai dijual sejak H-90. Manajer Senior Komersil Daerah operasi (DAOP) 1 Jakarta, Djoko Sri Martoyo, mengatakan PT KAI sudah menyiapkan 58 kereta api reguler dan tambahan.

"Lebaran kali ini kami siapkan 58 KA reguler dan 5 KA komersil dan 5 KA tambahan," ujar Djoko, Minggu (21/7/2012).

Lantaran semua tiket habis, baik itu KA Reguler maupun KA Tambahan, Djoko menyarankan agar pemudik yang kehabisan tiket bisa menggunakan angkutan umum lain. Ia mengaku, hal itu karena KAI tidak akan membuka layanan jual-beli tiket langsung.

"Mudik pakai KA pada H-5 sampai H+6 sudah tidak bisa. Saya sarankan pakai angkutan umum lain seperti bus. Mudik bareng juga banyak, itu bisa dimanfaatkan. Kami tidak akan menambah kereta lagi," jelas Djoko. (Theresia Felisiani)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau