Seorang Nenek Tewas Mengapung di Sungai

Kompas.com - 22/07/2012, 17:03 WIB

BONE, KOMPAS.com - Warga bantaran sungai Palakka Kelurahan Palakka Kecamatan Teneteriattang Barat Kabupaten Bone Sulawesi Selatan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung di sungai, Minggu, (22/07/2012). 

Korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga yang tengah memancing di sungai sekitar pukul 10.00 WITA. Menyaksikan mayat tersebut mengapung, ia kemudian memanggil warga lainnya untuk meminta pertolongan. "Saya kan lagi memancing tiba-tiba muncul kepalanya jadi saya kaget", ujar Siolong, warga yang menemukan mayat.

Warga kemudian mengevakuasi mayat dan langsung melaporkan peristiwa ini ke aparat kepolisian. Menurut keterangan Kapolsek Taneteriattang Kompol Ali Syahban, dari hasil penyelidikan identitas korban diketahui bahwa mayat adalah seorang nenek (60) bernama Subaedah warga Desa Congko Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone.

"Jenazah diketahui bernama Subaedah tengah mengapung di sungai dan ditemukan oleh warga yang sedang memancing, dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri, ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa keluarga korban telah mendatangi kapolsek setempat. Pihak keluarga menyatakan bahwa korban telah dua hari menghilang dari rumah lantaran terlibat percekcokan dengan kerabatnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau