Berita Foto: Mengintip Dapur Pembuatan Takjil Masjid Istiqlal

Kompas.com - 22/07/2012, 20:43 WIB
0/0

JAKARTA, KOMPAS.com — Aroma wangi masakan sudah tercium ketika mendekati dapur tempat memasak takjil atau makanan berbuka puasa. Suasana sibuk terlihat ketika memasuki dapur Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (22/7/2012). Tujuh juru masak terlihat sibuk mengolah bahan makanan. Mereka bekerja dari jam tujuh pagi sampai saat berbuka tiba.

"Ya nikmatin aja pekerjaannya," ungkap Kepala Juru Masak Masjid Istiqlal, Suryani.

Berbeda dengan Suryani, Sony dan dua orang lainnya mempunyai jam kerja berbeda. Mereka harus kerja lembur untuk mempersiapkan makanan sahur bagi jemaah masjid.

"Sejak bulan Ramadhan tiba, saya tidur hanya dua jam setiap hari," ujar Sony.

Setiap hari, Masjid Istiqlal menyediakan sekitar 3.000 porsi takjil. Menu yang dimasak berbeda-beda setiap hari. Mulai dari ayam goreng, telur balado, pepes ikan, dan lain-lain. Sebanyak 180 kilogram beras, 120 kilogram sayuran, 11 peti telur ayam, dan lebih dari 2.000 ekor ayam mereka olah menjadi hidangan lezat berbuka puasa.

Dengan diselingi canda dan tawa, mereka bekerja bergotong royong mempersiapkan makanan berbuka puasa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau