Masjid Cheng Hoo Akan Menjadi Ikon Kota Jambi

Kompas.com - 23/07/2012, 00:53 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Masjid Laksanama Cheng Hoo, yang kini mulai dibangun akan menjadi salah satu ikon Kota Jambi. Demikian dikatakan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus.

"Masjid Laksamana Cheng Hoo ini bentuknya unik dan menarik, karena memadukan budaya Cina, Arab, dan Melayu Jambi. Saya harap masjid ini akan menjadi salah satu ikon Kota Jambi," katanya saat meletakkan batu pertama pembangunan masjid itu di Jambi, Minggu (22/7/2012).

Masjid Laksamana Ceng Hoo berlokasi di RT 17 Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi dan dibangun oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jambi diharapkan akan menjadi salah satu objek wisata.

Gubernur juga berharap dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat sekitar untuk mewujudkan pembangunan masjid itu. "Ini merupakan perbuatan yang sangat mulia guna mengembangkan agama, jangan ragu-ragu untuk membantu pembangunan rumah ibadah," katanya.

Pemerintah Provinsi Jambi juga membantu dana sebesar Rp 100 juta, dan Gubenur secara pribadi juga akan membantu mewujudkan pembangunan masjid tersebut.

Diharapkan tempat ibadah itu juga akan menjadi tempat pendidikan agama bagi anak-anak yang ada di sekitar masjid, demikian juga bagi putra-putri anggota PITI.

Ketua Umum DPP PITI HM Ramdhan Effendi/Tan Kok Liong (Anton Medan) mengajak warga PITI untuk terus berjuang bahu membahu membangun Indonesia umumnya dan daerah Jambi khususnya, termasuk bersama warga masyarakat Tionghoa, yang beragama non Muslim.

Ke depan DPP PITI berencana akan mengeluarkan kartu dan anggota kehormatan, yang dapat dimiliki oleh masyarakat Tionghoa non Muslim, tujuannya tidak lain untuk sama-sama saling bahu membahu membantu pemerintah melaksanakan pembangunan.

PITI dideklarasikan pada 14 April 1961 di Jakarta oleh H Abdulkarim Oey Tjeng Hien, H Abdussomad Yap A Sing, Kho Goan Tjin. PITI tergolong cukup tua dan sejajar dengan NU dan Muhammadiyah. Saat ini PITI ada di 24 provinsi di Indonesia.

Sebelumnya Ketua DPW PITI Jambi HM Rusli Manaf SE/Huang Kang Tong dalam laporannya menyampaikan, dibangunnya Masjid Laksamana Cheng Hoo dalam upaya meningkatkan keimanan anggota PITI, disamping juga untuk pusat kegitan belajar (pengajian) anggota PITI yang ada di Jambi.

PITI Jambi berdiri sejak 2005, namun selama itu pula PITI Jambi belum memiliki tempat yang tetap untuk melaksanakan pengajian. Pengajian dilaksanakan dari rumah ke rumah, dan bila ada yang mencari PITI Jambi sulit ditemukan, karena belum memiliki sekretariat tetap.

"Selama ini pengajian kita laksanakan dari rumah ke rumah, dan bila ada yang mencari alamat PITI Jambi. Dengan dibangunnya masjid ini nantinya akan mudah," ujarnya.

Ia menyatakan, memilih nama Cheng Hoo karena sesuai sejarah Laksamana Cheng Hoo mempunyai andil besar bagi masuknya agama Islam di Indonesia, dan ini merupakan wujud penghormatan warga PITI terhadap perjuangan dan dakwahnya.

Masjid ini dibangun dua lantai dengan ukuran 20x20 meter diluar rencana pembangunan madrasah, asrama, dan sekretariat yang dibangun di lahan seluas 2.380 meter persegi.

Bangunannya sengaja memadukan budaya Tiongkok kuno pada bagian kap atas, sedangkan bagian tengah dimasukkan budaya Timur Tengah dan untuk bagian depan masjid merupakan budaya Melayu Jambi.

Sementara ini dana untuk membeli lahan dan rencana pembangunan masjid masih sepenuhnya berasal dari anggota PITI. "Kedepan warga PITI mengharapkan dukungan dan bantuan untuk mewujudkan sarana ibadah dan pendidikan ini," ujarnya.

Sebagaimana disarankan Gubernur Jambi, di lokasi masjid ini akan dibangun madrasah yang dapat menampung anak-anak belajar agama, tidak saja untuk anak-anak anggota PITI tapi juga untuk masyarakat sekitarnya.

Lokasi ini juga nantinya akan dilengkapai asrama guna menampung mualaf (pemeluk baru Islam) yang belum memiliki tempat tinggal, sekaligus tempat mereka memperdalam ilmu agama.

Saat ini PITI Jambi memiliki anggota seribu orang yang tersebar di kabupaten/kota di Provinsi Jambi, sedangkan yang di Kota Jambi ada 300 orang lebih.

Pada kesempatan ini juga dilakukan pengumpulan dana spontanitas dari undangan yang hadir, dan terkumpul uang sebesar Rp 14 juta lebih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau