Milisi Bebaskan Presiden Komite Olimpiade Libya

Kompas.com - 23/07/2012, 11:18 WIB

TRIPOLI, KOMPAS.com - Presiden Komite Olimpiade Libya akhirnya dibebaskan oleh penculiknya hanya beberapa hari menjelang keberangkatannya untuk mengikuti kegiatan Olimpiade di London, Inggris.

Presiden Olimpiade Libya, Ahmed Nabil al-Taher al-Alam tengah berada di dalam mobil bersama rekannya saat dua mobil yang membawa sekelompok pria berseragam menutup jalan yang mereka lalui dan menculiknya.

Sebelumnya Ahmed Nabil al-Taher al-Alam menduduki posisi sebagai Presiden Komite Olimpiade Libya setelah menggantikan Mohammed Khadafy, putra pemimpin Libya, Moammar Khadafy, yang melarikan di ke Algeria tahun lalu.

Sejumlah laporan menyebutkan, al-Alam dengan Khadafy adalah temen baik saat dia masih berkuasa. Menurut keterangan salah salah satu saudara laki-laki al-Alam, Salah hingga saat ini masih belum jelas siapa kelompok bersenjata yang menculik kakaknya.

Salah juga mengatakan dia tidak tahu alasan penculikan kakaknya tersebut dan alasan kenapa akhirnya mereka membebaskan al-Alam.

Gagal kontrol

Keterangan sedikit berbeda disampaikan oleh juru bicara Komite Olimpiade Libya yang awalnya kepada salah satu Stasiun Televisi menyebutkan bahwa para penculik sempat memberitahukan kepada al-Alam bahwa mereka adalah bagian dari tentara Libya namun belakangan jawaban itu dia koreksi kembali.

Salah satu wakil al-Alam, Nour al-Din al-Krekshi mengatakan saat ini al-Alam sedang beristirahat sebelum berangkat ke London dalam dua atau tiga hari lagi.

"Para petugas Komite Olimpiade telah bekerja keras untuk pembebasannya," kata al-Krekshi.

Kasus penculikan warga seperti yang dialami oleh al-Alam menjadi salah satu permasalahan yang belum tuntas ditangani oleh pemerintahan sementara Libya saat ini.

Pasca tergulingnya Moammar Khadafy, pemerintah Libya kesulitan menertibkan sejumlah milisi yang ikut membantu penggulingan Khadafy. Sejumlah milisi menolak untuk menyerahkan senjata mereka kepada pemerintah dan kerap memberlakukan hukum sendiri di wilayah yang mereka kuasai. Mereka juga kerap melakukan penahanan tanpa persetujuan pemerintah di Tripoli.

Selain itu dunia internasional hingga sekarang juga kesulitan untuk mendudukan Saif al-Islam Khadafy ke Mahkamah Kejahatan Internasional karena berada dalam tahanan yang dikuasai milisi Zintan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau