Kecelakaan

Kondisi Mercy Mewah Itu Seperti Rongsokan

Kompas.com - 23/07/2012, 12:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil mewah Mercedez Benz seri V8 Biturbo B 1201 BAD berwarna putih tak lagi menunjukkan kemewahannya. Mobil itu terlihat seperti barang rongsokan yang teronggok begitu saja di halaman Ditlantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (23/7/2012) pagi.

Pagi tadi, sekitar pukul 03.00, mobil itu melaju dengan kencang di Bundaran Hotel Indonesia. Tiba-tiba saja, konsentrasi sang sopir, yakni Darsan Sutrisna (31), buyar. Mobil Mercy itu lepas kendali dan menghantam trotoar Bundaran HI yang sedang diduduki tiga orang. Tiga orang yang rata-rata adalah pengamen pun terpental. Salah seorang di antaranya, yakni Ariyanto Sjafri (33), pun tewas. Sementara dua orang lainnya, yakni Andry (20) dan Jamaludin (20), mengalami luka.

Tak lama setelah kejadian, polisi langsung mengamankan pengemudi Mercy yang hanya mengalami luka gores. Sementara mobilnya dibawa ke Ditlantas Polda Metro Jaya, Pancoran. Berdasarkan pantauan Kompas.com, bagian depan mobil tampak rusak parah. Ban bagian depan sebelah kanan pun sudah terlepas. Demikian pula dengan bumper mobil produksi Jerman tersebut, yang tinggal serpihan. Kaca bagian depannya sedikit retak.

Bagian paling parah juga terdapat di bagian ban belakang. Ban itu kempes, hanya tinggal velg. Sementara ban dalam lapisannya sudah terkoyak parah. Di bagian dalamnya, air bag bagian sopir dan bangku penumpang depan tampak masih mengembang. Tampaknya, air bag inilah yang menyelamatkan sang sopir dari bahaya kecelakaan.

Sebuah topi terlihat tergeletak di bagian kursi depan, selembar karcis parkir Plaza Indonesia pun masih terletak di bagian dashboard mobil mewah ini. Hingga kini, polisi masih memeriksa urine dan darah sang sopir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau