Serangan Udara AS Tewaskan 10 Orang di Pakistan

Kompas.com - 24/07/2012, 04:13 WIB

PAKISTAN, KOMPAS.com -- Serangan pesawat tak berawak AS menewaskan sedikitnya 10 militan di kawasan suku Pakistan barat laut, Senin (23/7/2012), kata sejumlah pejabat keamanan.

Rudal-rudal dari pesawat itu menghantam sebuah kompleks bangunan militan di Shawal di daerah suku Waziristan Utara di perbatasan dengan Afghanistan.

"Pesawat-pesawat tak berawak AS menembakkan enam rudal ke sebuah kompleks bangunan militan. Jumlah kematian dalam serangan pesawat tak berawak itu telah mencapai 10 dan dua orang cedera," kata seorang pejabat keamanan kepada AFP. "Mayat korban hangus terbakar," tambahnya.

Beberapa pejabat intelijen setempat mengkonfirmasi serangan itu dan jumlah korban. "Belum jelas apakah ada militan penting yang tewas dalam serangan itu. Kami masih berusaha memastikan identitas mereka," kata pejabat itu.

Bangunan yang diserang itu terletak di desa Dray Nashtar, sekitar 65 kilometer sebelah barat Miranshah, kota utama di Waziristan Utara.

Penduduk setempat mengatakan, militan menutup daerah sekitar bangunan yang diserang itu dan mengangkut mayat dan korban yang terluka.

"Api berkobar di bangunan itu setelah sekitar empat hingga enam rudal menghantamnya," kata seorang anggota suku setempat kepada AFP.

Dalam serangan pesawat tak berawak pada awal Juli, enam militan tewas dan sembilan orang lagi tewas dalam serangan pada 6 Juli.

Serangan pesawat tak berawak menewaskan 15 militan di Waziristan Utara pada 4 Juni. Korban yang tewas mencakup tokoh senior Al Qaida, Abu Yahya al-Libi, kata beberapa pejabat AS.

Lebih dari sepuluh serangan pesawat tak berawak dilaporkan di Pakistan sejak 23 Mei dan serangan pada 4 Juni merupakan yang paling mematikan sejak 18 Taliban Pakistan tewas pada 16 November 2011.

Waziristan Utara, yang terletak di kawasan suku semi otonomi di Pakistan adalah benteng Taliban, militan yang terkait dengan Al Qaida dan jaringan Haqqani, yang terkenal karena menyerang pasukan Amerika dan NATO di Afghanistan, dan AS menjadikan daerah itu sebagai sasaran serangan rudal pesawat tak berawak.

Serangan-serangan pesawat tak berawak AS merupakan penghalang utama bagi perbaikan hubungan antara Pakistan dan AS, yang memburuk tahun lalu karena operasi komando AS yang menewaskan Osama bin Laden di dalam wilayah Pakistan dan serangan udara NATO di dekat perbatasan dengan Afghanistan yang menewaskan 24 prajurit Pakistan.

Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al-Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan.

Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.

Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror.      

Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan, dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan.

Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan pada 2 Mei 2011.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau