Beli Sukhoi, Kartika Menunggu Investigasi KNKT

Kompas.com - 24/07/2012, 10:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kartika Airlines masih belum bisa memastikan rencana pembelian pesawat Sukhoi Superjet 100. Berbeda dengan PT Sky Aviation yang sudah bulat membeli pesawat ini, Kartika memilih untuk menunggu hasil investigasi kecelakaan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Aditya Wardana, Direktur Komersial Kartika Airlines mengatakan, kepastian pembelian pesawat buatan Sukhoi Civil Aircraft Company ini akan dilakukan setelah hasil investigasi KNKT selesai dilakukan. Sebelumnya Kartika berniat memborong 30 unit pesawat Sukhoi Superjet.

“Kami tidak ingin buru-buru mendatangkan pesawat sebelum hasil investigasi keluar karena tidak ingin setelah membeli pesawat tersebut nantinya tidak ada penumpang yang menaiki,” kata Aditya, Senin (23/7/2012).

Menurut Aditya, Kartika akan memberikan waktu selama enam bulan mendatang agar KNKT bisa mengungkapkan hasil investigasi kecelakaan yang terjadi pada 9 Mei lalu. Jika hingga batas waktu itu laporan investigasi resmi tidak dikeluarkan, maka Kartika akan menyiapkan alternatif penggunaan pesawat jenis lain. “Pengoperasian Kartika Airlines tergantung dari pesawat. Hingga sekarang memang kami masih belum ada pesawat,” tambahnya.

Diumumkan Oktober

Kartika Airlines rencananya akan menggunakan Sukhoi Superjet untuk melayani rute-rute potensial baru yang belum dilayani maskapai lain, seperti Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku. Wilayah-wilayah itu memiliki infrastruktur bandara yang cocok untuk didarati pesawat Sukhoi.

Sementara itu, KNKT berencana mengumumkan hasil investigasinya pada Oktober 2012. "Saat ini KNKT masih melakukan sinkronisasi data dari flight data recorder (FDR) serta cockpit voice recorder (CVR)," kata Ketua Tim Penyidik KNKT, Mardjono Siswosuwarno.

Hasil penyelidikan KNKT tersebut sangat dinanti oleh publik di Indonesia. Selain karena korban tewas kecelakaan pesawat itu mencapai 45 orang, hasil investigasi juga dibutuhkan maskapai penerbangan Indonesia yang sudah memesan pesawat sejenis.

Selain Kartika, perusahaan penerbangan Sky Aviation juga berniat memboyong Sukhoi Superjet 100 ke Indonesia. Namun berbeda dengan Kartika, Sky Aviation mengaku, pihaknya akan mulai menerima pesanan pesawat buatan Rusia ini pada Oktober 2012. "Sampai akhir tahun ini memang akan datang tiga unit lebih dulu. Kedatangan SSJ 100 sebenarnya dijadwalkan Agustus dan September 2012, tetapi karena peristiwa kecelakaan, pengiriman pesawat tertunda," kata Sutito Zainuddin, General Manager Marketing Sky Aviation, belum lama ini.

Tiga unit pesawat SSJ 100 yang akan datang tahun ini adalah bagian dari 12 unit pesawat yang dipesan Sky Aviation. Tiap tahun hingga 2015 secara bertahap sebanyak tiga unit SSJ 100 direncanakan akan terus berdatangan. Sky Aviation akan memakai Superjet untuk melayani rute Batam ke Jakarta dan Batam ke Natuna.

Selain maskapai dari Indonesia, terdapat juga beberapa maskapai lain yang juga memesan jenis pesawat yang sama, mereka diantaranya berasal dari Pakistan, Myanmar, Laos, dan beberapa negara pecahan Uni Soviet.

Sekedar catatan, Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat penumpang pertama yang dikembangkan Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC). Pesawat ini merupakan hasil kerja sama berapa perusahaan penerbangan Amerika Serikat (AS) dan juga Eropa.

Mereka yang terlibat dalam proyek pesawat kelas rute jarak menengah dangan kapasitas penumpang di bawah 100 orang ini Sukhoi Superjet-100 itu adalah; Boeing, Snecma, Thales, Messier Dowty, Liebherr Aerospace, dan Honeywell. (Melati Amaya Dori/Kontan)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau