JAKARTA, KOMPAS.com - Dua perampok bersenjata tajam yang beraksi di Jalan Bintaro Raya sektor 1, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, berhasil dibekuk polisi, Selasa (24/7/2012). Kejadian bermula pada saat korban sedang berhenti di TKP sambil telepon, empat pelaku yang awalnya berpura-pura menanyakan alamat lalu memecahkan kaca mobil korban.
"Dua orang yang boncengan gue tabrakin, pas jatuh polisi datang, dan menangkap dua pelaku beberapa meter dari TKP, sedangkan dua orang pelaku kabur," ujar Boy, korban perampokan.
Atas kejadian tersebut, korban menderita kerugian senilai Rp 12 juta. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Sunyoto dan mendapat sepuluh jahitan karena mengalami luka bacok di tangannya. Dua dari empat pelaku perampokan dengan kekerasan tersebut tercatat sudah berulang kali berkasi di wilayah Jakarta Selatan. Tersangka, Indra Hasibuan, tercatat sudah melakukan aksi perampokan dan penjambretan sebanyak 12 kali. Sementara Zulfikar sudah melakukan aksinya sebanyak enam kali.
"Tersangka Indra Hasibuan sudah dua belas kali melancarkan aksinya, di Blok M empat kali, perapatan Melawai tiga kali, Kemang empat kali, Paku Buwono sekali. Sedangkan Zulfikar sudah enam kali, di daerah Kemang dua kali, Blok M dua kali, Veteran, Bintaro Raya dan Ulujami," ujar Kanit Reskrim Polsektro Pesanggrahan, AKP Nurdin AR di Mapolsektro Pesanggrahan, Selasa (24/7/2012).
Nurdin menjelaskan, dari kedua pelaku yang berhasil dibekuk mempunyai peran masing-masing. Indra Hasibuan dikatakan sebagai pelaku yang berpura-pura menanyakan alamat kepada korban dan juga pelaku pengeksekusi dengan senjata tajam. Sementara Zulfikar adalah navigator yang membawa motor.
Lebih lanjut Nurdin menjelaskan, Indra sudah empat kali masuk bui dengan kasus perampokan di Polsektro Mampang, Jakarta Selatan. Sementara itu dua pelaku yang kini masih buron, juga merupakan orang lama.
Dikatakan Nurdin, komplotan itu terdiri dari enam pelaku. Dua berhasil dibekuk, dan kini masih memburu dua pelaku yang melakukan perampokan semalam dan dua pelaku lagi yang sering ikut aksi perampokan ini.
"Pelakunya ada enam orang, empat pelaku sudah pernah kami tangkap dan empat pelaku tersebut menjalankan aksinya secara bergantian," kata Nurdin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang