Setelah Puluhan Kali Beraksi, Polisi Bekuk Perampok di Bintaro

Kompas.com - 24/07/2012, 15:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua perampok bersenjata tajam yang beraksi di Jalan Bintaro Raya sektor 1, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, berhasil dibekuk polisi, Selasa (24/7/2012). Kejadian bermula pada saat korban sedang berhenti di TKP sambil telepon, empat pelaku yang awalnya berpura-pura menanyakan alamat lalu memecahkan kaca mobil korban.

"Dua orang yang boncengan gue tabrakin, pas jatuh polisi datang, dan menangkap dua pelaku beberapa meter dari TKP, sedangkan dua orang pelaku kabur," ujar Boy, korban perampokan.

Atas kejadian tersebut, korban menderita kerugian senilai Rp 12 juta. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Sunyoto dan mendapat sepuluh jahitan karena mengalami luka bacok di tangannya. Dua dari empat pelaku perampokan dengan kekerasan tersebut tercatat sudah berulang kali berkasi di wilayah Jakarta Selatan. Tersangka, Indra Hasibuan, tercatat sudah melakukan aksi perampokan dan penjambretan sebanyak 12 kali. Sementara Zulfikar sudah melakukan aksinya sebanyak enam kali.

"Tersangka Indra Hasibuan sudah dua belas kali melancarkan aksinya, di Blok M empat kali, perapatan Melawai tiga kali, Kemang empat kali, Paku Buwono sekali. Sedangkan Zulfikar sudah enam kali, di daerah Kemang dua kali, Blok M dua kali, Veteran, Bintaro Raya dan Ulujami," ujar Kanit Reskrim Polsektro Pesanggrahan, AKP Nurdin AR di Mapolsektro Pesanggrahan, Selasa (24/7/2012).

Nurdin menjelaskan, dari kedua pelaku yang berhasil dibekuk mempunyai peran masing-masing. Indra Hasibuan dikatakan sebagai pelaku yang berpura-pura menanyakan alamat kepada korban dan juga pelaku pengeksekusi dengan senjata tajam. Sementara Zulfikar adalah navigator yang membawa motor.

Lebih lanjut Nurdin menjelaskan, Indra sudah empat kali masuk bui dengan kasus perampokan di Polsektro Mampang, Jakarta Selatan. Sementara itu dua pelaku yang kini masih buron, juga merupakan orang lama.

Dikatakan Nurdin, komplotan itu terdiri dari enam pelaku. Dua berhasil dibekuk, dan kini masih memburu dua pelaku yang melakukan perampokan semalam dan dua pelaku lagi yang sering ikut aksi perampokan ini.

"Pelakunya ada enam orang, empat pelaku sudah pernah kami tangkap dan empat pelaku tersebut menjalankan aksinya secara bergantian," kata Nurdin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau