Dirut Perumnas: Apartemen Sederhana untuk Menengah Bawah!

Kompas.com - 24/07/2012, 17:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto menegaskan, bahwa apartemen yang rencananya dibangun di dekat stasiun Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tetap menyasar masyarakat kalangan menengah bawah. Hal tersebut untuk menepis anggapan kesan mewah sesuai namanya sebagai apartemen.

"Nama rusun atau apartemen itu seperti brand, tetapi kan tetap strata tittle rusun. Disebutnya apartemen sederhana dengan sasaran masyarakat menengah ke bawah," kata Himawan di Jakarta, Selasa (24/7/2012).

Ia mengatakan, harga apartemen yang dibangun atas kerjasama dengan PT KAI tersebut seharga Rp 200 sampai Rp 300 juta. Himawan sendiri mengaku belum mau membahas lebih jauh soal apartemen ini, mengingat rencana tersebut belum matang.

Seperti diberitakan, Senin (23/7/2012), Perumnas akan membangun apartemen di dekat stasiun Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Investasi pembangunan dua tower ini diperkirakan sebesar Rp 300 miliar. Nantinya, pembangunan apartemen ini memanfaatkan lahan seluas satu hektar milik PT Kereta Api Indonesia Persero.

Rencananya apartemen tersebut akan diperuntukkan bagi pekerja atau pegawai negeri sipil (PNS) yang sering menggunakan kereta api sebagai alat transportasinya. Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto mengungkapkan, saat ini para pekerja di Jakarta cenderung memiliki rumah di pinggiran Jakarta, bahkan di luar Jakarta.

Himawan berharap, pembangunan apartemen di dekat stasiun ini akan memudahkan para pekerja mencari moda transportasi.

"Nanti akan kita lihat apakah pool bis ini cocok untuk dibangun kawasan niaga atau apartemen," kata Himawan.

Terkait hal itu, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menyetujui rencana Perumnas membangun kawasan hunian yang berdekatan dengan stasiun kereta api, yaitu di stasiun Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

"Saya menganjurkan rumah itu bukan hanya untuk karyawan BUMN, tetapi untuk siapa saja," kata Dahlan Iskan di Jakarta, Selasa (24/7/2012).

Ia mengungkapkan, bila kawasan hunian terletak dekat stasiun akan semakin memudahkan mobilitas masyarakat pengguna kereta api. Namun, perumahan yang akan dibangun oleh Perumnas itu diharapkan tidak dikhususkan untuk pegawai BUMN semata, melainkan terbuka untuk masyarakat umum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau