Kasus pltu tarahan

Emir Dicegah karena Menjadi Tersangka Suap

Kompas.com - 24/07/2012, 22:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi XI DPR Izedrik Emir Moeis dicegah bepergian ke luar negeri mulai 23 Juli karena menjadi tersangka kasus suap.

Suap diduga diberikan kepada Emir saat dia menjabat anggota DPR periode 1999-2004 atau periode setelahnya, 2004-2009.

Dalam surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dinyatakan, saat ini KPK sedang melakukan kegiatan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji terkait dengan pembangunan PLTU Tarahan Lampung tahun 2004.

Isi surat permohonan pencegahan terhadap Emir tersebut ditandatangani Ketua KPK Abraham Samad. Dalam surat tersebut, dengan jelas dinyatakan bahwa KPK tengah menyidik kasus penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pembangunan PLTU Tarahan yang dilakukan Emir selaku anggota DPR.

Selain permohonan pencegahan ke luar negeri terhadap Emir, KPK juga meminta dua orang lain ikut dicegah, yakni Zuliansyah Putra Zulkarnain dan Reza Roestam Moenaf.

Zuliansyah adalah Direktur Utama PT Artha Nusantara Utama yang beralamat di Jalan Gandaria V Nomor 11 Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sementara Reza adalah General Manager PT Indonesian Site Marine yang beralamat di Sutejo Prima Utama IV/12 Surabaya dan Dukuh Sutorejo, RT 03 RW 009 Kelurahan Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Emir, Zuliansyah merupakan salah satu tenaga ahli yang dia pekerjakan di DPR. Emir mengaku kaget jika Zuliansyah ikut juga dicegah. "Saya belum tahu dalam kapasitas apa dia ikut dicegah," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau