"Cemburu" Mobil Listrik, Mobil Pribadi Dahlan "Ngambek"

Kompas.com - 25/07/2012, 11:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepekan lebih, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan setiap hari menggunakan mobil listrik ke setiap perjalanan aktivitasnya. Alasannya, dua mobil pribadinya kini sedang mogok.

"Kebetulan dua mobil pribadi saya, yang Mercedez Benz dan Jaguar sedang mogok. Kini sedang di bengkel. Makanya setiap hari saya pakai mobil listrik. Setiap saya mau pakai mobil pribadi, selalu mogok lagi. Ngambek kali ya," kata Dahlan selepas memberikan Kuliah Umum di Bank Indonesia Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Hingga saat ini, dua mobil pribadi milik Dahlan memang sedang berada di bengkel. Perbaikan mobil dilakukan cukup lama karena sparepart khususnya mobil Mercedez Benz harus didatangkan khusus dari Eropa. Karena mobil pribadinya tidak bisa dipakai, Dahlan selalu memakai mobil listrik ke setiap perjalanan dinasnya di Jakarta.

Dahlan menganggap harus melakukan uji coba secara terus menerus karena ingin melihat daya tahan mobil nasional tersebut. "Semoga mobil saya tidak cemburu karena saya tiap hari memakai mobil listrik ini," katanya.

Sekadar catatan, mobil listrik milik Dahlan Iskan ini merupakan mobil buatan mantan karyawan PT Pindad (Persero), Dasep Ahmadi. Mobil berwarna hijau yang mirip Toyota Avanza itu mampu menempuh jarak 150 kilometer, atau setara rute Jakarta-Bandung. Baterai mobil ini bisa diisi ulang dengan listrik bertegangan 220 volt selama lima jam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau