SOLO, KOMPAS.com - Ratusan perajin kedelai dan pedagang tahu menggelar aksi di pertigaan jalan utama, tepatnya di Tugu Kartasura, Rabu (25/7/2012). Jalur di pertigaan yang menjadi persimpangan menuju Yogyakarta, Solo, dan Semarang pun sempat tersendat.
Aksi perajin tersebut mengecam pemerintah yang dianggap gagal melindungi mereka sebagai perajin industri kecil. Harga kedelai yang semakin tidak terjangkau membuat pasokannya sulit dicari.
Dalam orasinya, salah satu peserta aksi mengatakan, harga kedelai yang mencapai Rp 8000 per kilonya, akan membuat anak anak mereka tidak lagi bersekolah, karena orangtua mereka bangkrut.
Sementara itu, menurut koordinator lapangan, Suradi Cokroismoyo, kondisi saat ini sangat memberatkan karena biaya produksi mencapai Rp 48.000 dan perajin hanya bisa mampu menjual kisaran Rp 50.000.
"Kenaikan harga kedelai saat ini memberatkan petani. Bayangkan saja, biaya produksi mencapai 48 ribu rupiah dan perajin hanya mampu menjual 50 ribu rupiah. Keuntungan yang diperoleh mennurun drastis" katanya. S
uradi menambahkan, mulai hari ini dan besok, perajin tempe dan tahu di wilayah Kartasura akan mogok kerja. Hal ini dilakukan untuk mendesak pemerintah agar segera bertindak cepat untuk mengendalikan harga kedelai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang