Hakim Larang Kamera di Sidang Penembak "Batman"

Kompas.com - 25/07/2012, 12:29 WIB

DENVER, KOMPAS.com — Hakim memutuskan untuk melarang kamera di ruang sidang pembacaan dakwaan pelaku penembakan di Colorado.

James Holmes (24) dituduh melepaskan tembakan saat pemutaran perdana film Batman terbaru, Jumat pekan lalu (20/7), yang menewaskan 12 orang dan melukai 58 orang.

Hakim William Sylvester menolak permohonan sebuah media lokal Denver untuk melakukan peliputan di ruang sidang pada 30 Juli mendatang. Para pengacara tersangka sebelumnya sudah menyatakan keberatan atas permintaan media tersebut. Sidang pertama Holmes pada Senin lalu difilmkan, kendati ada protes dari tim pembela.

Selama sesi pengadilan, ia tampak tidak sepenuhnya menyadari apa yang terjadi saat ia duduk di pengadilan dengan seragam tahanan warna merah dan rambut dicat oranye.

Kunjungan bintang Hollywood

Perintah Hakim Sylvester tersebut menyusul permintaan dari beberapa keluarga korban untuk tidak menggunakan nama dan foto tersangka.

Penembakan Aurora menghidupkan kembali kenangan buruk bagi salah satu korban penembakan sekolah di Columbine, Samuel Granillo. "Saya tidak ingin media berisi nama si penembak," kata Jordan Ghawi, yang saudaranya, Jessica (24), meninggal dunia dalam penembakan di Colorado itu.

Polisi tidak mengizinkan penghuni apartemen Holmes untuk pulang ke rumah mereka pada hari Selasa karena para penyidik masih melakukan pekerjaan mereka.

Petugas dilaporkan menemukan 30 granat dan beberapa galon bensin di dalam apartemen, yang dibentuk menjadi perangkap bom.

Dua puluh korban luka masih berada di rumah sakit. Enam di antaranya dalam kondisi kritis.

Bintang Batman, Christian Bale, mengunjungi para korban di Pusat Medis Aurora, Selasa siang waktu setempat, seperti dikonfirmasi direktur rumah sakit tersebut. "Kunjungan itu berdampak baik bagi para pasien," kata Bill Voloch kepada Denver Post. "Kami berharap hal ini dapat menjadi terapi bagi mereka, dan semua staf sangat menghargai bahwa ia datang dan berkunjung."

Voloch mengatakan bahwa Bale meminta izin untuk menjenguk para korban, tetapi meminta agar media tidak diberi tahu. Sebuah foto Bale di rumah sakit dipublikasikan di media sosial Facebook.

Wartawan BBC, Alastair Leithead, mengatakan bahwa aktor itu bertemu dengan paramedik, dokter, dan polisi yang terlibat dalam upaya perawatan para korban, dan juga mengunjungi sebuah monumen peringatan sederhana untuk para korban tewas.

Sementara itu, seorang wanita hamil berusia 21 tahun yang lolos dari penembakan melahirkan bayi lelaki pada Selasa pagi. Adapun suami Katie Medley, Caleb, seorang komedian berusia 23 tahun, ditembak di kepala dan berada dalam kondisi kritis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau