Luna Dikabarkan Menyogok? Inilah Jawaban Kepolisian...

Kompas.com - 25/07/2012, 14:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lambatnya penyelesaian kasus Luna Maya dan Cut Tari terkait dengan keterlibatannya dalam kasus video porno dengan vokalis Ariel mengembuskan kabar tak sedap yang dialamatkan kepada pihak kepolisian.

Beredar kabar, Luna menggolontorkan uang kepada oknum di kepolisian agar kasusnya sengaja diambangkan hingga memungkinkan untuk dihentikan atau SP3.  

Menanggapi adanya tudingan itu, pihak kepolisian melalui Kepala Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Anang Iskandar langsung angkat bicara. "Itu namanya gosip, kan? Kami, kan, menangani (kasus) secara transparan. Polisi, kan, melakukan penyidikan, mengedepankan keterbukaaan secara transparan dan boleh dikontrol siapa saja," kata Anang di Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Menurut Anang, hingga kini kasus kedua artis itu masih dalam tahap pengumpulan bukti-bukti tambahan. "Lama itu, memang penyidikannya membutuhkan waktu yang lama. Undang-undangnya (penyidikan) tidak dibatasi, jadi memang bisa saja lama," papar Anang.

Menurut Anang, kasus itu akan terus berlanjut apabila memang penyidik menemukan bukti baru yang kuat untuk nantinya dibawa ke pengadilan. "Tetap jadi kasus. Nanti, kalau  penyidik sudah menemukan bukti, akan ditindaklanjuti," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau