BAGHDAD, KOMPAS.com - Gerilyawan yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda di Irak telah mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan di seluruh negeri itu yang ditujukan kepada banyak sasaran Syiah pekan ini, sehingga menewaskan dan melukai ratusan orang.
Al Qaeda di Irak, yang menamakan diri Negara Islam Irak (ISI), mengatakan di dalam satu pernyataan yang disiarkan di situs webnya, Selasa (24/7/2012), kelompok itu "berada di belakang serangan baru-baru ini" --yang disebutnya aksi "Penghancuran Tembok", seperti dilaporkan Reuters.
Sedikitnya 116 orang tewas dan 300 orang lainnya terluka dalam serangan bom dan penembakan pada Senin (23/7/2012), dan menjadikan serangan itu sebagai yang paling berdarah sejak penarikan pasukan Amerika Serikat, Desember lalu.
Sehari sebelumnya, 20 orang tewas dalam pemboman sebagai bagian dari peningkatan-kekerasan terkoordinasi.
ISI seringkali menyerang sasaran Syiah dalam upaya mengobarkan kerusuhan sektarian yang membawa Irak ke ambang perang saudara dan membunuh puluhan ribu orang pada 2006-2007.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang