ICW Minta Panwas DKI Kroscek Dana Kampanye

Kompas.com - 25/07/2012, 15:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta berperan aktif untuk mengkonfirmasi laporan dana kampanye yang disampaikan oleh keenam calon gubernur pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta. Panwaslu harus mampu menyelidiki apakah dana yang dilaporkan sesuai fakta atau tidak.

Anggota ICW, Abdullah Dahlan, mengatakan, dana kampanye yang saat dilaporkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakartamemang cukup mengejutkan.

"Melihat hasil laporan para calon, DKI Jakarta ini ternyata relatif tidak banyak keluar dana politiknya," kata Abdullah, di Kantor Panwaslu DKI Jakarta, Jalan Suryopranoto, Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Berdasarkan laporan dana kampanye yang masuk ke KPU Provinsi DKI Jakarta, pasangan nomor urut satu menerima dana kampanye sebesar Rp 62,6 miliar, disusul pasangan nomor urut tiga, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, menerima dana kampanye Rp 27,5 miliar.

Selanjutnya, pasangan nomor urut enam yaitu Alex Noerdin-Nono Sampono dengan laporan dana kampanye Rp 24,6 miliar. Pasangan nomor urut empat yakni Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, melaporkan dana kampanye Rp 21,5 miliar diikuti pasangan nomor lima, Faisal Basri-Biem Benyamin, dengan laporan dana kampanye terkecil, sebesar Rp 4,1 miliar.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kajian dana kampanye para calon gubernur pada Panwaslu DKI Jakarta untuk selanjutnya ditindaklanjuti apakah sesuai fakta di lapangan atau tidak.

"Ya kami mengapresiasi kalau memang dana politiknya sedikit. Tapi kami ragu hal itu," ujar Abdullah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau