Perajin Tahu-Tempe Tuntut Swasembada Kedelai

Kompas.com - 25/07/2012, 16:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pusat Koperasi Tahu-Tempe Jakarta Timur, Suyanto mengungkapkan, selain melakukan mogok produksi, para perajin juga menuntut tiga hal dalam aksinya. Salah satu tuntutannya adalah menuntut agar pemerintah segera melakukan swasembada kedelai. Seperti diketahui, para perajin tahu-tempe memilih mogok produksi mulai hari ini, karena melambungnya harga kedelai.

"Kami juga merekomendasikan tiga hal ke pemerintah. Pertama, menuntut kestabilan harga kedelai. Kedua, pemerintah untuk segera melakukan swasembada kedelai yang dijanjikan tahun 2014 agar bisa tercapai," ujarnya, saat menggelar sweeping, di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (25/7/2012).

Ada pun, tuntutan ketiga adalah mengembalikan manajemen dan distribusi kedelai kepada Bulog. Ia mengungkapkan, jika diurus oleh swasta, tidak menguntungkan para perajin dan pedagang.

"Pemerintah menunjuk Bulog lagi lah untuk mengurus kedelai kembali. Semuanya harus diawasi oleh pemerintah, enggak seperti sekarang yang diurus swasta murni," lanjutnya.

Tuntutan tersebut diputuskan berdasarkan kesepakatan 152 pusat koperasi tahu tempe tingkat kota kabupaten di seluruh Indonesia. Koperasi tersebut membawahi ribuan perajin tempe dan tahu. B

Mogok produksi rencananya akan dilakukan hingga Jumat (27/7/2012), sebagai respons atas harga kedelai yang semakin meroket hingga menyentuh harga Rp 8.200 per kilogram. Berdasarkan data Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia, harga kedelai meningkat secara signifikan sejak bulan Januari 2012 dari Rp 5.000 hingga Rp 8.200 per kilogram.

Para perajin berharap, pemerintah tak tinggal diam melihat gejolak di masyarakat terkait lenyapnya menu selera nusantara tersebut dari pasaran. Setelah hari Jumat, harga jual tempe dipastikan meningkat dari harga semula Rp 6.000 menjadi Rp 8.000. Suyanto juga berharap, pemerintah menghapus bea masuk kedelai yang semula 5 persen menjadi 0 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau