JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pusat Koperasi Tahu-Tempe Jakarta Timur, Suyanto mengungkapkan, selain melakukan mogok produksi, para perajin juga menuntut tiga hal dalam aksinya. Salah satu tuntutannya adalah menuntut agar pemerintah segera melakukan swasembada kedelai. Seperti diketahui, para perajin tahu-tempe memilih mogok produksi mulai hari ini, karena melambungnya harga kedelai.
"Kami juga merekomendasikan tiga hal ke pemerintah. Pertama, menuntut kestabilan harga kedelai. Kedua, pemerintah untuk segera melakukan swasembada kedelai yang dijanjikan tahun 2014 agar bisa tercapai," ujarnya, saat menggelar sweeping, di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (25/7/2012).
Ada pun, tuntutan ketiga adalah mengembalikan manajemen dan distribusi kedelai kepada Bulog. Ia mengungkapkan, jika diurus oleh swasta, tidak menguntungkan para perajin dan pedagang.
"Pemerintah menunjuk Bulog lagi lah untuk mengurus kedelai kembali. Semuanya harus diawasi oleh pemerintah, enggak seperti sekarang yang diurus swasta murni," lanjutnya.
Tuntutan tersebut diputuskan berdasarkan kesepakatan 152 pusat koperasi tahu tempe tingkat kota kabupaten di seluruh Indonesia. Koperasi tersebut membawahi ribuan perajin tempe dan tahu. B
Mogok produksi rencananya akan dilakukan hingga Jumat (27/7/2012), sebagai respons atas harga kedelai yang semakin meroket hingga menyentuh harga Rp 8.200 per kilogram. Berdasarkan data Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia, harga kedelai meningkat secara signifikan sejak bulan Januari 2012 dari Rp 5.000 hingga Rp 8.200 per kilogram.
Para perajin berharap, pemerintah tak tinggal diam melihat gejolak di masyarakat terkait lenyapnya menu selera nusantara tersebut dari pasaran. Setelah hari Jumat, harga jual tempe dipastikan meningkat dari harga semula Rp 6.000 menjadi Rp 8.000. Suyanto juga berharap, pemerintah menghapus bea masuk kedelai yang semula 5 persen menjadi 0 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang