Priyo: Hentikan Wacana Pemecatan Kader Golkar

Kompas.com - 25/07/2012, 16:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso meminta kepada seluruh pengurus teras Partai Golkar agar tak lagi membicarakan ancaman pemecatan kader Golkar terkait pemilu presiden 2014. Menurut Priyo, wacana itu tak baik buat konsolidasi internal.

"Itu hanya membenturkan figur-figur senior kita antara Pak JK (Jusuf Kalla), Pak Aburizal Bakrie (Ical), Pak Akbar Tanjung, dan lainnya. Itu kurang baik dalam hal konsolidasi kita sebagai partai yang cukup besar di negeri ini," kata Priyo di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Priyo mengatakan, pemberitaan JK bakal maju dalam pilpres 2014 belum terjadi. Menurut dia, biarlah semua berproses secara alami. Namun, Priyo mengaku tak setuju dilakukannya pemecatan dari keanggotaan partai jika benar ada kader yang maju dalam pilpres dengan kendaraan politik lain.

"Saya juga termasuk tidak setuju terhadap wacana yang seolah-olah meminggirkan senior-senior kita. Mereka adalah tokoh yang harus dihormati," kata Priyo.

Seperti diberitakan, rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Golkar ke III memutuskan akan memecat kader Golkar, selain Ical, yang maju dalam pilpres 2014. Pasalnya, Partai Golkar telah memutuskan akan mengusung Ical dalam pilpres.

JK mengaku tak masalah jika dirinya dipecat nantinya ketika memutuskan untuk maju kembali dalam pilpres. Meski demikian, untuk saat ini JK mengaku belum memikirkan masalah pencapresan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau