JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso meminta kepada seluruh pengurus teras Partai Golkar agar tak lagi membicarakan ancaman pemecatan kader Golkar terkait pemilu presiden 2014. Menurut Priyo, wacana itu tak baik buat konsolidasi internal.
"Itu hanya membenturkan figur-figur senior kita antara Pak JK (Jusuf Kalla), Pak Aburizal Bakrie (Ical), Pak Akbar Tanjung, dan lainnya. Itu kurang baik dalam hal konsolidasi kita sebagai partai yang cukup besar di negeri ini," kata Priyo di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Priyo mengatakan, pemberitaan JK bakal maju dalam pilpres 2014 belum terjadi. Menurut dia, biarlah semua berproses secara alami. Namun, Priyo mengaku tak setuju dilakukannya pemecatan dari keanggotaan partai jika benar ada kader yang maju dalam pilpres dengan kendaraan politik lain.
"Saya juga termasuk tidak setuju terhadap wacana yang seolah-olah meminggirkan senior-senior kita. Mereka adalah tokoh yang harus dihormati," kata Priyo.
Seperti diberitakan, rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Golkar ke III memutuskan akan memecat kader Golkar, selain Ical, yang maju dalam pilpres 2014. Pasalnya, Partai Golkar telah memutuskan akan mengusung Ical dalam pilpres.
JK mengaku tak masalah jika dirinya dipecat nantinya ketika memutuskan untuk maju kembali dalam pilpres. Meski demikian, untuk saat ini JK mengaku belum memikirkan masalah pencapresan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang