KENDAL, KOMPAS.com - Hampir semua perajin tahu dan tempe di Kabupaten Kendal Jawa Tengah tetap berproduksi, meskipun harga kedelai terus naik. Walaupun untuk mengimbangi kenaikan kedelai tersebut, perajin terpaksa menaikkan harga, untuk tetap berproduksi.
Satu diantara beberapa perajin tahu itu adalah Sugeng (60), di Kelurahan Sijeruk Kecamatan Kota Kendal. Meski harga kedelai naik dari harga semula Rp 5.000 hingga menjadi Rp 8.000, masih tetap berproduksi bahkan tidak mengurangi jumlahnya. "Setiap hari kami menghabiskan 5 kuintal kedelai untuk dijadikan tahu," kata Wisnu Wibowo, penanggung jawab perusahaan, Rabu (25/7/2012).
Wisnu menambahkan, harga tahu sekarang per paknya atau per papan Rp 25 ribu. Sedang sebelumnya Rp 20 ribu rupiah. Untuk satu tongnya, tambahnya, sebelum ada kenaikan kedelai Rp 120 ribu. Tapi sekarang menjadi Rp 135 ribu. "Kenaikannya mencapai Rp 15 ribu per tongnya," katanya.
Salah satu penjual tahu di pasar Weleri, Lasmini (48), mengaku kalau sekarang harga tahu per tongnya naik Rp 135 ribu. Ia tidak mau menaikkan harga jual ecerannyya, namun memilih mengurangi besaran tahunya. "Kalau harga kami naikkan, masyarakat tidak mau beli. Kami hanya mengurangi besaran tahunya saja," kata Lasmini.
Ibu yang mengaku sudah lama berjualan tahu ini menjelaskan, satu tong tahu bisa menjadi 600 kotak tahu ukuran besar. Tapi kalau ukuran kecil bisa mencapai 750 kotak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang