Banjir bandang

Puluhan Keluarga di Padang Kehilangan Tempat Tinggal

Kompas.com - 26/07/2012, 05:31 WIB

Padang, Kompas - Puluhan keluarga di Kota Padang, Sumatera Barat, kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang pada Selasa (24/7) malam. Banjir juga merusak empat jembatan dan fasilitas umum lainnya. Sebagian permukiman warga hingga Rabu masih terisolasi.

Banjir terjadi karena luapan Sungai Kuranji dan Sungai Gunung Nago, Selasa sekitar pukul 18.30. Luapan air datang bersama kayu gelondongan dan batu besar. ”Air cepat sekali naik,” kata Nurzaid (40), warga Kelurahan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, yang menjadi korban air bah itu.

Bersama puluhan keluarga di kelurahannya, ia mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi. Selain Batu Busuk, banjir juga menerjang Limau Manis, Kampung Koto, Cengkeh, Padang Besi, Kalumbuk, dan Tunggul Hitam. Warga, antara lain, mengungsi ke kampus Universitas Andalas. Namun, hari Rabu, sebagian pengungsi sudah pulang ke rumah mereka.

Banjir juga merusak tempat ibadah dan jembatan. Jembatan yang dilaporkan rusak, antara lain Jembatan Kuto Panjang, Batu Busuk, Sembatan Gunung Nago, dan Jembatan Baru Limau Manis. Bahkan, seluruh badan jembatan Kuto Panjang hancur. Kerusakan itu menyebabkan wilayah Limau Manis, Lambung Bukit, dan Batu Busuk terisolasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumbar Ade Edward menjelaskan, enam warga yang dilaporkan hilang menyusul banjir bandang di Kota Padang itu kemarin sudah ditemukan. ”Mereka mengungsi ke rumah kerabatnya saat banjir bandang terjadi,” katanya. Sebagian besar di antara mereka ditemukan di kawasan Kelurahan Tabing Bandar Gadang.

Namun, Koordinator Operasi SAR Padang Akmal memastikan pencarian korban tetap dilanjutkan. Sebab, tak tertutup kemungkinan ada korban lain yang tidak dilaporkan.

Di Jakarta, Kepala Pusat Meteorologi Publik pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Mulyono Prabowo menjelaskan, hujan deras dan banjir di Padang merupakan dampak dari siklon tropis Vicente di Laut China Selatan. Namun, cuaca itu segera normal kembali.

(INK/RAZ/NAW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau