JAKARTA, KOMPAS.com -- Lonjakan pemudik Lebaran dari tahun ke tahun dipastikan tak terbendung. Untuk menyikapi hal itu, otoritas transportasi menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Termasuk antisipasi yang dilakukan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Supervisor Terminal Penumpang Nusantara 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Syawaludin menjelaskan, pemudik melalui moda kapal laut tahun ini bakal meningkat sekitar 10 sampai 20 persen dari tahun 2011 yang mencapai 62.415 orang.
"Kami sudah melakukan langkah-langkah antisipasi. Pengelola pelabuhan, misalnya, menyiapkan tiga kapal dalam sehari demi menampung para pengguna jasa kapal," kata Syawaludin di Terminal Penumpang Nusantara 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (25/7/2012).
Hingga kini di pelabuhan Tanjung Priok sudah disiapkan beberapa kapal untuk pemudik, antara lain KM Ciremai, KM Bukit Jaya, KM Gunung Dempo, KM Kelud, dan KM Labobar. Semua kapal itu disiapkan untuk menampung pemudik yang diperkirakan jumlahnya melonjak pada H-10 atau H-5 Lebaran.
"Kami juga sudah menyiapkan 2 kapal lagi per hari apabila para pemudik padat tidak terkendali," tuturnya.
Untuk mengamankan situasi, otoritas pelabuhan sudah menyiapkan sekurangnnya 70 personel gabungan yang terdiri dari Kepolisian Tanjung Priok, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) berserta satuan pengaman (Satpam).
Selain itu, kawasan pelabuhan dilengkapi teknologi penunjang seperti 70 unit kamera tersembunyi (CCTV) yang terpasang di beberapa titik, 4 unit mobil patroli, 8 unit mirror detector dan 4 mobil pemadam kebakaran (damkar).
Terkait harga tiket kapal, Syawaludin memastikan tidak mengalami kenaikan. Misalnya, tiket tujuan Medan masih tetap dibanderol Rp 355 ribu per tiket. Tiket bisa diperoleh lewat kantor Pelni atau agen-agen penjual tiket jasa perjalanan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang