NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah melaju seiring dengan naiknya nilai tukar euro terhadap dollar AS. Mata uang zona eropa ini menguat untuk pertama kali dalam enam hari.
Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengantaran September naik 47 sen menjadi 88,97 dollar AS per barel, di New York Mercantile Exchange, Rabu waktu setempat atau Kamis (26/7/2012) pagi. Harga minyak Brent untuk penetapan September juga naik 96 sen, atau 0,9 persen, menjadi 104,38 dollar AS per barel, di ICE Futures Europe exchange, London.
Nilai tukar euro naik 0,8 persen menjadi 1,2157 dollar AS. Padahal, kemarin, euro sempat menyentuh 1,2043 dollar AS yang merupakan level terendah sejak Juli 2010. Euro yang menguat dan melemahnya dollar AS mendorong minyak sebagai alternatif investasi.
"Harga minyak naik karena kamu melihat ada sebuah kenaikan di semua aset yang berisiko dan euro menunjukkan kekuatan," sebut Bill O'Grady, Chief Market Strategist Confluence Investment Management, di St. Louis.
Kenaikan harga minyak juga didorong oleh laporan Departemen Energi AS. Laporan menunjukkan persediaan naik secara tak terduga karena produksi meningkat ke level tertinggi dalam 13 tahun.
Stok naik 2,72 juta barel menjadi 380,1 juta barel pada minggu lalu. Padahal survei Bloomberg menaksir stok turun 1 juta barel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang