Kapan Paling Efektif Minum Susu atau Kopi?

Kompas.com - 26/07/2012, 09:23 WIB

KOMPAS.com - Anda tentu telah mengenal enam jenis minuman ini, karena berbagai manfaat kesehatannya. Teh hijau, susu, atau red wine, dikenal sebagai minuman yang mampu menghambat penuaan dini. Tetapi kapan waktu yang tepat untuk meminumnya? Cari tahu, agar Anda mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

Air putih
When to drink: Setiap terasa haus
Sebisa mungkin, jangan sampai Anda merasa kehausan. Minumlah begitu Anda ingat ada gelas berisi air putih di meja kerja. Menghidrasi tubuh akan mengurangi rasa pening ketika tubuh mulai kekurangan cairan, dan tentunya menghilangkan rasa kering pada tenggorokan. Dan, boleh percaya boleh tidak, rajin minum air putih membuat kulit Anda terlihat lebih cerah dan berkilau, demikian menurut David E. Bank, MD, ahli dermatologi di Mount Kisco, New York.

Kopi
When to drink
: Sarapan
Kopi membantu kesehatan jantung, dan mengurangi risiko beberapa jenis kanker. Jika Anda ingin mendorong metabolisme tubuh Anda, pilih kopi hitam tanpa gula.

Teh hijau
When to drink
: Makan siang
Menurut Jonathan R. Cole, MD, direktur medis di California Health and Longevity Institute, teh hijau akan meningkatkan metabolisme, dan membantu mencegah kanker payudara. Teh hitam juga memiliki kelebihannya sendiri, antara lain menurunkan tekanan darah, menurut penelitian dari University of Western Australia.

Cokelat panas
When to drink
: Ngemil sore
Sore hari, ketika tiba jam ngemil Anda, jangan lupa menambahkan cokelat panas dalam menu Anda. Tentu saja Anda boleh meminumnya dalam keadaan dingin, tetapi cokelat panas memiliki kadar antioksidan lebih banyak daripada kopi, anggur merah, atau teh hijau. Selain itu, juga baik untuk jantung dan kesehatan kulit, ungkap sebuah studi dari Cornell University.

Red wine
When to drink
: Makan malam
Untuk makan malam di rumah, mungkin Anda tak biasa menyediakan anggur merah. Tetapi ketika Anda menghadiri jamuan makan, dan red wine dihidangkan di sana, jangan ragu menyesapnya. Menurut laporan Journal of Biological Chemistry, piceatannol (senyawa yang diproduksi oleh tubuh ketika Anda minum segelas wine), dapat menghambat pertumbuhan sel-sel lemak.

Susu
When to drink
: Sebelum tidur
Ternyata, bukan hanya bayi yang boleh minum susu sebelum tidur malam. Orang dewasa pun disarankan meminumnya sebelum tidur. Apakah hal ini membuat tidur Anda lebih nyenyak? Entahlah. Yang pasti, kalsiumnya akan berpengaruh baik pada kesehatan tulang (mencegah tulang keropos), sedangkan proteinnya baik untuk kekuatan otot. Anda pun akan bangun pagi dalam keadaan lebih bugar dan kuat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau