Polewali mandar

Tolak Mogok, Harga Tahu Tempe Dinaikkan

Kompas.com - 26/07/2012, 09:44 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Meski harga kedelai telah melambung hingga menyentuh harga Rp8.500 per kilogram dari sebelumnya Rp6.000, namun para pengusaha tempe dan tahu di Kecamatan Wonomulyo tetap berproduksi, dan menolak melakukan aksi mogok seperti yang didengungkan di beberapa daerah.

Untuk bertahan, mereka lantas menaikkan harga jual tahu dan tempe hingga 50 persen dan juga mengurangi takaran kedelai. Jika sebelumnya tahu dijual dengan harga Rp 1.000 per potong, sekarang naik menjadi Rp 1.500. Dengan trik itu, sejumlah produsen tahu/tempe di Polewali Mandar malah mengaku omzet penjualan mereka justru naik hingga 100 persen, terutama saat memasuki bulan suci Ramadan.

"Kalau kami mogok produksi, nanti mau makan apa. Kami tak punya keterampilan dan pekerjaan lain," ujar Budiaman, perajin tahu/tempe di Wonomulyo.

Mereka pun beralasan, tak punya pendapatan lain untuk menopang ekonomi rumah tangga, jika mereka terpaksa berhenti berproduksi. Dengan pertimbangan itulah, mereka lebih memilih menaikkan harga tahu/tempe, meski harus mendapat protes pelanggan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau