Wanita Penyandang Diabetes Sulit Orgasme

Kompas.com - 26/07/2012, 10:49 WIB

KOMPAS.com - Wanita paruh baya atau lebih tua dengan diabetes rupanya lebih mungkin mengalami masalah dengan kehidupan seksual, meskipun masih memiliki keinginan untuk berhubungan seks. Demikian diungkapkan para ahli dari University of California, San Francisco, Amerika Serikat, dalam temuan terbarunya.

Peneliti mengatakan, rendahnya kepuasan seksual di kalangan wanita dengan diabetes yang mengambil insulin dipicu karena mereka mengalami kesulitan terkait dengan pelumasan dan mencapai orgasme.

Dalam kajiannya, para peneliti melakukan survei terhadap 2.270 perempuan Amerika usia 40-80 tahun. Partisipan dimintai keterangan tentang tingkat keinginan, frekuensi seks, kepuasan dan masalah seks tertentu. Di antara peserta, 21 persen menderita diabetes dan 6 persennya memakai insulin.

Terkait respon, peneliti tidak menemukan perbedaan signifikan dalam keinginan atau frekuensi aktivitas seksual antara perempuan diabetes dan non-diabetes.

Tetapi peneliti mengamati bahwa wanita diabetes yang tidak menggunakan insulin 40 persen lebih mungkin mengalami masalah kepuasan seksual secara keseluruhan, dibandingkan dengan perempuan tanpa diabetes. Bahkan, pada perempuan diabetes yang memakai insulin, dua kali lebih mungkin mengalami penurunan kepuasan seksual secara keseluruhan.

Temuan ini dipublikasikan dalam journal Obstetrics and Gynecology.

Selain rendahnya tingkat kepuasan seksual, wanita diabetes pengguna insulin juga dua kali lebih mungkin melaporkan masalah terkait pelumasan, dan 80 persen lebih mungkin untuk kesulitan mencapai orgasme dibandingkan wanita non diabetes.

Diabetes diperkirakan mempengaruhi lebih dari 10 persen wanita Amerika, suatu kondisi yang dapat menyebabkan perubahan pembuluh darah dalam jaringan urogenital, yang dapat mengganggu pelumasan, dan perubahan respon stimulasi genital. Para peneliti juga mempercayai bahwa fungsi seksual mungkin dipengaruhi oleh konsumsi obat-obatan diabetes.

"Berdasarkan penelitian ini, dokter dapat mempertimbangkan untuk memeriksa apakah wanita dengan diabetes mengalami masalah seksual, khususnya di antara mereka yang memakai insulin," kata Kelli Copeland, peneliti utama studi tersebut.

Komplikasi termasuk penyakit jantung, stroke, disfungsi ginjal, dan neuropati perifer terkait dengan setidaknya satu masalah seks untuk semua wanita dengan diabetes. Copeland merekomendasikan, sebaiknya wanita dengan diabetes melakukan konseling untuk mencegah komplikasi yang mungkin bisa terjadi, sekaligus demi membantu mempertahankan fungsi seksual mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau