"Sirkus" di Sesi Latihan Barcelona

Kompas.com - 26/07/2012, 11:30 WIB

BARCELONA, KOMPAS.com - Tim Barcelona mengisi sesi latihannya, Senin (23/7/2012), sebelum melakoni laga persahabatan melawan Hamburg SV di Imtech Arena, keesokan harinya. Mereka mengadopsi salah satu atraksi sirkus. Para pemain memisahkan diri dan membentuk kelompok yang masing-masing terdiri dari lima sampai enam orang.

Seperti yang ditayangkan dalam video di akun YouTube FC Barcelona, pada hari Senin, para pemain bergandengan tangan membentuk lingkaran dan mulai berlatih juggling atau menyundul atau menendang bola ke atas secara berulang-ulang sambil bergeser. Mereka akan terus melakukan juggling dan bergeser, sampai bola jatuh ke tanah.

Salah satu kelompok terdiri dari para pentolan "El Barca" seperti Lionel Messi, Dani Alves, Adriano, Ibrahim Afellay dan Javier Mascherano. Masing-masing pemain berusaa mempertahankan bola agar tidak jatuh bahkan sampai pegangan tangan mereka terlepas atau bahkan diri mereka yang terjatuh.

Tawa dan teriakan mewarnai latihan. Maka tak perlu heran, jika mereka melakukan sejumlah atraksi seperti dalam "sirkus" di dalam pertandingan resmi.

Mereka sangat menikmati metode latihan ini, termasuk Messi. Bisa jadi, sangking semangatnya berlatih dengan metode seperti ini, pemain asal Argentina itu akhirnya mengalami cedera betis dan absen dalam laga persahabatan melawan Hamburg.


KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau