Pengusaha Tempe Terpaksa Kurangi Karyawan...

Kompas.com - 26/07/2012, 14:10 WIB

PAREPARE, KOMPAS.com - Di tengah melonjaknya harga kedelai di Indonesia, pengusaha tahu tempe di Parepare terpaksa mengurangi jumlah karyawan agar tetap bisa bertahan. Suryana, salah satunya. Pengusaha di Jalan Cempae, Kelurahan Wt. Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, mengaku terpaksa mengurangi karyawan.

"Untuk mempertahankan agar usaha ini bisa terus bertahan, saya mesti mengistirahatkan dua karyawan, karena harga kedelai melonjak, otomatis gaji karyawan juga mesti naik," Kata Suryana, saat bekerja membantu karyawannya Kamis (26/7/2012) .

Usaha yang dia rintis sejak tahun 1971 ini, biasanya membutuhkan kedelai sekira 150 kilogram per hari. Kini ia hanya memakai bahan baku tahu dan tempe tersebut, sekira 50 kilogram perhari. "Harga kedelai di pasar kali ini mencapai mencapai Rp.8.700 perkilo, padahal dulunya hanya Rp. 6.200 perkilo, itu kedelai impor dari Amerika yang selama ini kami pakai. Makanya kita sebagai pengusaha harus juga menaikkan harga tempe, dari harga Rp.2.500 naik menjadi Rp.3.000, perbungkus itupun susah lakunya," tutur Suryana.

Menurut dia, harga kedelai lokal memang murah dibanding dengan harga kedelai impor dari Amerika, hanya saja kualitasnya jauh berbeda. "Kedelai lokal, kulitnya tebal dan isinya kecil serta kebanyakan rusak. Sedangkan kualitas kedelai Impor utamanya Amerika kulitnya tipis dan isinya besar," katanya.

Suryana, berharap agar Pemerintah segera menangani persoalan ini. "Harga kedelai kembali normal dan karyawan saya yang istirahat kembali bekerja menghidupi keluarga mereka," ujarnya lirih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau