Rumah Emir Moeis Digeledah 8 Penyidik KPK

Kompas.com - 26/07/2012, 15:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Delapan orang petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggeledah kediaman Emir Moeis, anggota DPR dari Fraksi PDI-P yang dicekal terkait kasus suap PLTU Tarahan. "Ada delapan orang dari KPK yang melakukan penyidikan," ujar Satgas PDI-P yang minta namanya dirahasiakan di kediaman Emir di Jalan Kalibata, Jakarta, Kamis (26/7/2012),

Di garasi rumah Emir Moeis terlihat pula dua orang polisi yang mengamankan jalannya penggeledahan itu.

Pantauan kompas.com di kediaman Emir Moeis di Jalan Kalibata Timur IV/E No 18, Jakarta Selatan, tampak lengang. Rumah itu dijaga oleh dua orang satgas PDI P berbaju safari hitam. Emir sedang tidak berada di rumah.

Di garasi rumahnya terlihat dua mobil di parkir, Alphard hitam dan VW GTi warna putih gading. Di dalam rumah berarsitektur gaya abad pertengahan eropa tersebut delapan tim penyelidik KPK sedang mencari segala macam bukti yang terkait dengan kasus dugaan suap PLTU Tarahan.

Sampai berita ini diturunkan hingga pukul 15.00 WIB, dua mobil Innova dan Avansa hitam KPK masih terparkir di luar pagar rumah Emir Moeis. Tim penyelidik KPK masih melakukan penggeledahan di rumah ketua komisi XI DPR RI tersebut.

Emir Moes diduga terkait dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan PLTU Tarahan, Lampung. KPK telah mencegahnya ke luar negeri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau