Kecelakaan laut

Lima Orang Belum Ditemukan

Kompas.com - 26/07/2012, 16:33 WIB

AMBON, KOMPAS.com- Lima dari 24 penumpang perahu bermotor yang tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara pada Senin malam lalu belum ditemukan. Adapun 19 penumpang lainnya ditemukan selamat.

Kepala Kantor SAR Ternate Amirudin yang dihubungi dari Ambon, Maluku, Kamis (26/7/2012), mengatakan, perahu bermotor itu tenggelam sekitar pukul 21.00, Senin, saat perjalanan dari Desa Kramat ke Ledi di Pulau Taliabu, persisnya di wilayah Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Kepulauan Sula.

Meski perahu itu tenggelam hari Senin, tim SAR Ternate sebagai koordinator SAR di Maluku Utara baru menerima laporan kejadian itu dari pihak pelabuhan di Sanana, ibu kota SUla, pada Rabu (25/7) malam. Ini kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman tim SAR gabungan dari Ternate pada Kamis (26/7/2012) pagi.

Pencarian tersebut, Amirudin melanjutkan, tidak mudah dilakukan karena ombak laut di lokasi kejadian setinggi tiga sampai empat meter. Selain itu, pencarian pun terhalang oleh hujan deras selama beberapa hari terakhir.

Menurut Amirudin, gelombang laut setinggi sekitar tiga sampai empat meter pula yang menenggelamkan perahu tersebut. Selain karena cuaca ekstrem, ada kemungkinan perahu tenggelam karena kelebihan muatan.

Perahu berjenis long boat yang tenggelam tersebut seharusnya hanya dinaiki oleh 15 sampai 17 orang tetapi kenyataannya orang di perahu mencapai 24 orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau