Sindikat Pemalsuan Surat Kendaraan Dibongkar

Kompas.com - 26/07/2012, 20:58 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Sindikat kejahatan pemalsuan surat kendaraan kembali diungkap. Kali ini, melibatkan oknum pegawai lembaga soko guru perekonomian Indonesia, Koperasi Serba Usaha Pundi Artha Sejati Jember.

Tidak hanya itu kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Hilman Thayib, sindikat itu juga melibatkan oknum polisi berpangkat Iptu. ''Profesi keduanya disalahgunakan untuk melancarkan aksi pemalsuan ini,'' kata Hilman kepada wartawan, Kamis (26/7/2012) sore.

Modusnya, pelaku menggunakan BPKB motor China untuk diubah menjadi BPKB mobil yang disewa dari sejumlah rental di Surabaya dan Malang. Nomor rangka motor China itu kemudian diganti dengan rangka mobil sewaan. ''Sekilas BPKB motor ini sama dengan BPKB mobil, namun jika dicermati pasti ada yang berbeda,'' terangnya.

BPKB mobil palsu itu kemudian digadaikan ke sejumlah koperasi dengan nilai dari Rp 25 juta hingga Rp 50 juta, dengan bantuan pegawai Koperasi Serba Usaha Pundi Artha Sejati Jember. Ternyata pelaku tidak hanya mencetak satu BPKB untuk satu mobil, sehingga 1 mobil suratnya bisa digadaikan ke beberapa koperasi.

Hingga saat ini, polisi masih mengamankan tiga tersangka, yakni Nurkolis (39) warga Rambi Puji Kabupaten Jember; Fauzin (40) warga Kraksan Probolinggo; dan Suryoto (55) warga Tempeh kabupaten Lumajang. Sementara dua pelaku lainnya yakni HS dan TR masih dalam perburuan.

Selain mengamankan 3 tersangka, polisi juga mengamankan dua unit mobil Xenia warna hitam dengan Nopol N 449 GM dan Xenia warna bbu-abu bernomor polisi W 1646 PK, serta 14 BPKP palsu yang disita dari koperasi, dan 150 BPKB palsu yang akan diedarkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau