Duh...Kenapa Airnya Tidak Keluar dari Keran?

Kompas.com - 27/07/2012, 11:21 WIB

KOMPAS.com - Kejadian paling menyebalkan adalah saat kebutuhan air di rumah sedang tinggi, distribusi air justeru mengalami kemacetan. Air tidak keluar dari keran.

Ada dua pengetesan awal untuk mengetahui penyebab air tidak keluar dari keran. Pertama, apakah sumber masalah ada pada sistem distribusinya, atau persoalan datang dari suplai airnya.

Bila menggunakan sumber air sumur, berarti Anda juga menggunakan water tower atau tangki air sehingga perlu diperiksa distribusinya. Tetapi, bila menggunakan PDAM, kemungkinan besar permasalahan datang dari suplai air tersebut.

Pada penggunaan sumur, sistem distribusi air perlu dipastikan berjalan dengan baik. Ada beberapa langkah pokok yang memudahkan pemeriksaan penyebab tidak berfungsinya sistem distribusi air ini, yaitu:

- Pemeriksa pompa

- Periksa setiap pipa, baik pipa menuju watr tower atau pipa menuju setiap keran. Harus diingat juga, bahwa pipa tidak hanya bocor air, tapi juga bocor udara.

- Periksa keran sebagai saluran keluarnya (outlet).

- Cek ulang, apakah semua sudah berfungsi dengan baik atau masih perlu sedikit perbaikan.

Memeriksa pompa

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kondisi pompa berjalan dengan baik atau sebaliknya. Caranya, aktifkan pompa dan dengarkan suara mesinnya. Bunyi mesin pompa yang terdengar ringan menandakan pompa tidak berhgasil mengangkat air.

Namun, mungkin saja hal itu terjadi, karena di dalam pipa pompa yang menuju sumur memang ada udara. Udara masuk bisa terjadi karena ada kebocoran pipa.

Memeriksa kebocoran pipa

Pemeriksaan kebocoran pipa terlihat dari keluar atau tidaknya air pada ujung pipa. Bila tidak ada kebocoran para pipa yang menuju tangki air, maka air keluar dengan baik. Namun, bila ada kebocoran, air tidak akan keluar atau tekanan air akan berkurang.

Memeriksa keran

Jika ingin memeriksa pipa air yang menuju ke setiap keran, Anda perlu memperhatikan tekanan dan keluarnya air pada setia keran itu. Tidak keluarnya air pada keran belum tentu karena pipa tidak menghantarkan air ke keran, tetapi bisa terjadi karena kerannya memang bermasalah.

Masalah pada keran biasanya adalah adanya sumbatan di dalam keran itu sendiri. Untuk masalah satu ini, Anda dapat membuka komponen keran satu persatu. Bersihkan yang memungkinkan menjadi masalah, seperti butiran pasir halus.

Namun, jika masalahnya adalah akibat kerak membandel dan tidak dapat dibersihkan, jalan satu-satunya adalah mengganti keran tersebut. Pasalnya, kerak yang dilepas dari permukaan saringan keran dapat merusak permukaan saringan tersebut. Bila tetap dipertahankan, keran tidak akan bertahan lama, karena saringan sudah tidak seratus persen bekerja dengan baik.

Solusi

Setelah mengetahui penyebabnya, kini Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya. Solusinya, sumbatan pipa dibuang, keran diperbaiki, bahkan dapat pula pipa atau keran diganti. Itu semua bisa Anda lakukan berdasarkan masalah yang ada.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau