Kekerasan siswa

Pelaku "Bullying" Don Bosco Bisa Tersandung Kasus Penculikan

Kompas.com - 27/07/2012, 17:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Para terlapor dalam kasus tindak kekerasan terhadap siswa baru di SMA Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan, tidak hanya bisa diproses atas dugaan kasus bullying. Para siswa tersebut juga bisa diproses atas dugaan kasus penculikan anak di bawah umur lantaran membawa paksa para korban ke luar kompleks sekolah.

"Untuk penculikan, benar, menurut pengakuan korban, dia diambil seniornya dan dibawa keluar Don Bosco dan kemudian diplonco seniornya. Namun, hal itu harus kita buktikan dulu," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Hermawan di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (27/7/2012).

Untuk mendapatkan keterangan lebih rinci, pihaknya masih harus mendapatkan keterangan seputar kegiatan Masa Orientasi Sekolah (MOS) dari pihak sekolah Don Bosco. Bila ada unsur paksaan untuk keluar dari kompleks sekolah dan tindakan tersebut di luar kegiatan MOS, tidak tertutup kemungkinan para terlapor akan diproses pula atas dasar penculikan.

"Kita akan periksa, apakah kegiatan itu termasuk MOS atau bukan," kata Hermawan.

Pertimbangan lain akan dilakukan penyidik, menurut Hermawan, adalah usia para terlapor. Bila terduga pelaku berusia di bawah 18 tahun, mereka akan diproses sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak. Selain menjalani proses hukum khusus, mereka akan ditahan di lokasi khusus dan kemungkinan menjalani persidangan khusus.

"Supaya tidak menimbulkan tekanan atau trauma pada anak-anak itu," lanjut Hermawan.

Selain itu, penyidik juga akan berkoordinasi dengan lembaga perlindungan anak, seperti KPAI dan Komnas Perempuan dan Anak. Pihak-pihak tersebut akan diajak menangani para korban maupun para terlapor, bila tergolong anak-anak.

Seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (26/7/2012), informasi tentang terjadinya tindak kekerasan dari siswa senior terhadap yunior atau siswa baru (bullying) di SMA Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan, beredar melalui salah satu media jejaring sosial. Namun, hingga kini pihak sekolah belum berhasil dikonfirmasi terkait kejadian tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau