4 Hal yang Perlu Anda Ketahui Soal Uang

Kompas.com - 27/07/2012, 18:01 WIB

KOMPAS.com - Perempuan lebih sering terlibat secara langsung dengan yang namanya ekonomi keluarga, bahkan tak jarang berkuasa penuh atas pengaturannya. Hal ini mungkin terjadi karena didesak kebutuhan atau hanya karena preferensi. Apapun alasannya, jika Anda memegang kendali atas peredaran uang di rumah ada empat hal yang perlu Anda perhatikan. Hal yang sering terlewatkan, justru berdampak luar biasa besar pada kesehatan keuangan sekaligus rumah tangga Anda.

1. Pasangan wajib tahu
Uang adalah topik sensitif, terutama jika Anda dan pasangan memiliki nilai yang berbeda tentang uang. Selain nilai, topik ini bisa menjadi hal yang sensitif bila salah satu atau malah keduanya merupakan penanggung hidup orang tua dan keluarganya. Hal berikutnya yang juga membuat topik keuangan merupakan hal yang sangat sensitif adalah, saat awal pernikahan masing-masing sudah mempunyai utang yang signifikan. Terlepas dari situasi pribadi Anda, penting untuk secara terbuka mendiskusikan segalanya dengan pasangan Anda. Jika pasangan Anda menolak, teruslah bersikeras membicarakan segala hal tentang uang dengan cara yang sopan dan hormat. Setelah diskusi, akan memungkinkan Anda untuk menyusun rencana bersama. Misal, rencana untuk keluar dari utang, membantu atau menyenangkan orang tua dan paling penting menabung untuk masa depan. Dampak positif yang keluar dari diskusi ini, secara signifikan dapat mengurangi risiko perkelahian tentang uang. Lebih buruk, perpisahan atau perceraian akibat masalah keuangan.

2. Kartu kredit jahat bila disalahgunakan

Jika saat ini Anda memiliki hutang kartu kredit segera lakukan cara buat melunasinya. Mulailah menghentikan pemakaian kartu kredit sementara dan lakukan penghematan. Cara paling konkrit adalah dengan melakukan pengurangan semua biaya bulanan. Mulai dengan mengurangi makan di luar, penggunaan ponsel. Anda pun bisa  memutuskan layanan TV berlangganan untuk sementara waktu atau beralih ke paket yang lebih murah. Termasuk tak ketinggalan budget pengurangan penggunaan internet. Ini adalah cara melakukan penghematan yang dananya bisa dialokasikan pada hutang Anda, pasangan atau kalian berdua.Tak akan terasa terlalu berat ketika Anda menyadari bahwa pengorbanan hanyalah bersifat sementara, hanya sampai hutang lunas. Lalu terapkan dalam otak Anda, kartu kredit bukan uang lebih. Kartu kredit hanyalah pengganti sistem pembayaran. Jadi kalau uang real-nya tak ada, jangan berani-berani "menggesek" buat membeli sesuatu. Nah, pada saat melakukan diet hutang, perhatikan nominal bunga kartu kredit yang Anda bayarkan tiap bulan dan pikirkan yang bisa Anda miliki atau lakukan dengan uang itu kalau Anda tak punya hutang. Cara ini bisa mencegah Anda terjerat hutang lagi nantinya.

3. Menabung untuk masa depan penting
Jangan hanya mengandalkan jaminan sosial apalagi dana pensiun kantor. Anda tetap wajib memiliki tabungan hari tua nanti. Bentuk dan jumlahnya bisa Anda sesuikan dengan kebutuhan. Ingin menabung emas, saham, reksadana atau tabungan. Ini penting sebab di masa depan biaya hidup pasti akan meningkat pada saat Anda pensiun. Bagaimana Anda akan membayar untuk kebutuhan dasar jika Anda tidak mulai menabung untuk pensiun sekarang?

4. Bedakan antara keinginan dan kebutuhan
Kebutuhan adalah sesuatu yang harus Anda miliki untuk bertahan hidup, ini termasuk biaya perumahan, transportasi, makanan, air. Hampir segala sesuatu yang lain adalah keinginan. Kategorikan pembelian sebagai "keinginan" atau "kebutuhan" sebelum Anda membeli akan membantu Anda menghindari pengeluaran yang tidak perlu.  

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau