Asyik Berduaan di Kamar, Sepasang PNS Non-muhrim Digaruk

Kompas.com - 28/07/2012, 01:21 WIB

BONE, KOMPAS.com — Berduaan bersama wanita non-muhrim, seorang oknum pejabat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, digelandang aparat gabungan Satuan Polisi Pamong Praja, TNI, dan Polri saat menggelar razia penyakit masyarakat, Jumat (27/7/2012).

Oknum Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Mare berinisial AF (42) ini ditangkap saat berduaan bersama NI (32) di kamar sebuah rumah kontrakan di kompleks Perumahan Azzahra, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat.

NI sendiri adalah seorang bidan yang bekerja di salah satu puskesmas di Kabupaten Bone. Keduanya terjaring atas laporan warga setempat yang resah atas ulah kedua pasangan yang diduga menjalin hubungan gelap ini.

Saat dibekuk, keduanya tidak melakukan perlawanan dan memilih pasrah digelandang aparat trantib. Keduanya pun dibawa ke posko trantib yang berlokasi di halaman rumah jabatan bupati setempat. Penangkapan kedua pasangan ini menjadi tontonan warga.

Di hadapan petugas, keduanya mengaku tidak berbuat mesum. NI mengaku sedang mengerjakan tugas hingga larut malam. "Saya mengerjakan skripsi karena mau ujian hari Senin," ujar NI di hadapan petugas.

Sementara itu, pihak aparat trantib masih melakukan penyelidikan terkait dugaan hubungan gelap antara kedua pelaku. Jika terbukti, keduanya yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) ini terancam dicopot dari jabatannya.

"Yang lelakinya memang kepala puskesmas di Kecamatan Mare dan telah beristri dan punya dua anak. Sedangkan yang perempuannya masih gadis dan bekerja sebagai bidan di Puskesmas Panyili," kata Ipda Supiadi, Kepala Unit (Kanit) Patroli Motor (Patmor) Polisi Resor (Polres) Bone, di hadapan sejumlah wartawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau