Kelistrikan

89 Kampung di Pedalaman Belum Nikmati Listrik

Kompas.com - 28/07/2012, 11:27 WIB

MERAUKE, KOMPAS.com — Sebanyak 89 kampung di daerah pedalaman Kabupaten Merauke, Papua, hingga kini belum teraliri listrik. Jaringan listrik PLN maupun bantuan program pembangkit listrik tenaga surya belum menjangkau kampung-kampung itu.

Kepala Bidang Kelistrikan dan Pemanfatan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Merauke Frans Anggawen menuturkann, kampung-kampung yang belum terjangkau jaringan listrik PLN dibantu perangkat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Merauke.

Meski demikian, diakuinya, bantuan PLTS itu belum mampu menjangkau seluruh kampung. "Ini secara bertahap," katanya.

Hingga tahun 2011 telah diberikan bantuan sebanyak 586 PLTS di tujuh kampung. Dari total bantuan itu, 295 unit bantuan program Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), 180 unit PLTS bantuan Pemkab Merauke, dan 11 unit PLTS bantuan program Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua.

Tahun ini ada rencana pemasangan unit PLTS terpusat di Kampung Domande, Distrik Malind, dari Kementerian PDT. "Ini unit PLTS terpusat untuk satu kampung yang pertama di Papua," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau