R
Selama sebulan, teman- teman harus menahan lapar dan haus dari subuh hingga magrib. Tanpa kita sadari, ternyata puasa banyak manfaatnya.
Di luar bulan Ramadhan, kita biasa makan tiga kali sehari. Pada waktu yang sama banyak orang miskin, makan sekali pun mereka belum tentu bisa.
Saat berpuasa, kita
bisa merasakan penderitaan mereka.
Selain itu, kita juga diingatkan untuk selalu bersyukur atas apa yang kita miliki.
Manfaat lain, selama ini kita kurang bisa menikmati makanan dan minuman yang kita santap, tetapi saat berpuasa semua menjadi lain.
Berbuka puasa dengan minum air putih rasanya nikmat sekali. Makan makanan yang sederhana juga terasa lezat sekali.
Bulan Ramadhan mengingatkan kita untuk selalu rukun dan sayang dengan seluruh keluarga. Pada bulan Ramadhan, kebersamaan dengan ayah, ibu, kakak, dan adik semakin sering, terutama saat makan sahur.
Kita bisa sering bersama- sama menunaikan shalat tarawih. Hmmm, pasti menyenangkan.
Coba teman-teman perhatikan, orangtua kita pada bulan Ramadhan juga selalu mencoba meluangkan waktu bersama di tengah kesibukan mereka.
Kebersamaan ini kadang kala tidak kita dapatkan di luar bulan Ramadhan. Kita pun harus berterima kasih atas usaha orangtua untuk menyediakan waktu.
Bila selama ini kita berpendapat bahwa puasa akan mengganggu kesehatan, itu salah besar. Justru sebaliknya, berpuasa berguna bagi kesehatan.
Saat berpuasa, kita memberikan waktu kepada sistem pencernaan untuk beristirahat.
Ibarat sebuah mesin, sistem pencernaan juga perlu istirahat. Setelah cukup beristirahat, sistem pencernaan bekerja akan lebih maksimal untuk memroses makanan yang masuk ke dalam tubuh.
Oh ya, puasa juga akan membersihkan racun-racun yang tertimbun di dalam tubuh kita. Tubuh akan memperbaiki diri selama berpuasa dan memperbaiki semua kerusakan organ-organ di tubuh kita.
Tahukah kamu, puasa pada hakikatnya melatih kita untuk disiplin waktu? Saat berpuasa, kita harus makan dan minum dalam waktu yang terbatas.
Lewat berpuasa, kita berlatih jujur karena saat berpuasa hanya kita dan Tuhan yang tahu apakah kita
tidak menyantap atau meminum sesuatu walau sedikit sekalipun. Baru pada saat azan magrib berkumandang, kita baru boleh berbuka.
Ayo, siapa yang pernah bohong kepada orangtua, mengaku puasa padahal di belakang sebenarnya makan dan minum?
Mungkin orangtua tidak tahu kalau kita berbohong, tetapi Tuhan tahu,
Fabian Karlos Saputra,
Aku mulai belajar puasa saat kelas III SD. Waktu itu aku hanya kuat berpuasa setengah hari. Sekarang aku sudah berpuasa penuh.
Tiffany Cahya Regita
Puasa pertamaku saat duduk di kelas II SD. Saat itu aku tetap ikut sahur, tetapi pukul 09.00 pagi aku sudah berbuka puasa karena enggak tahan lapar. Saat kelas III SD hingga sekarang aku kuat puasa penuh.
Nabilla Bunga Andari
Selama puasa aku tetap bersekolah. Di sekolah aku tadarus Al-Quran, sedangkan di luar sekolah aku juga mengaji seperti hari-hari biasa. Aku pun tetap ikut les bahasa Inggris, kadang-kadang aku mendengarkan musik, menonton televisi, bermain
Fakhri Arif Sutariadi
Aku tetap sekolah dan belajar seperti biasa. Tetapi, di sekolah aku mengurangi banyak aktivitas supaya enggak lemas. Sedangkan di rumah aku isi waktu luang dengan menonton televisi atau bermain