Asyik, Ramadhan Datang Lagi

Kompas.com - 29/07/2012, 03:55 WIB

Ramadhan adalah bulan yang istimewa untuk umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan ini, umat Islam wajib menjalankan ibadah puasa. 

Selama sebulan, teman- teman harus menahan lapar dan haus dari subuh hingga magrib. Tanpa kita sadari, ternyata puasa banyak manfaatnya. 

Di luar bulan Ramadhan, kita biasa makan tiga kali sehari. Pada waktu yang sama banyak orang miskin, makan sekali pun mereka belum tentu bisa.

Saat berpuasa, kita

bisa merasakan penderitaan mereka.

Selain itu, kita juga diingatkan untuk selalu bersyukur atas apa yang kita miliki.

Manfaat lain, selama ini kita kurang bisa menikmati makanan dan minuman yang kita santap, tetapi saat berpuasa semua menjadi lain.

Berbuka puasa dengan minum air putih rasanya nikmat sekali. Makan makanan yang sederhana juga terasa lezat sekali.

 

Bulan Ramadhan mengingatkan kita untuk selalu rukun dan sayang dengan seluruh keluarga. Pada bulan Ramadhan, kebersamaan dengan ayah, ibu, kakak, dan adik semakin sering, terutama saat makan sahur.

Kita bisa sering bersama- sama menunaikan shalat tarawih. Hmmm, pasti menyenangkan.

Coba teman-teman perhatikan, orangtua kita pada bulan Ramadhan juga selalu mencoba meluangkan waktu bersama di tengah kesibukan mereka.

Kebersamaan ini kadang kala tidak kita dapatkan di luar bulan Ramadhan. Kita pun harus berterima kasih atas usaha orangtua untuk menyediakan waktu.

 

Bila selama ini kita berpendapat bahwa puasa akan mengganggu kesehatan, itu salah besar. Justru sebaliknya, berpuasa berguna bagi kesehatan.

Saat berpuasa, kita memberikan waktu kepada sistem pencernaan untuk beristirahat.

Ibarat sebuah mesin, sistem pencernaan juga perlu istirahat. Setelah cukup beristirahat, sistem pencernaan bekerja akan lebih maksimal untuk memroses makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Oh ya, puasa juga akan membersihkan racun-racun yang tertimbun di dalam tubuh kita. Tubuh akan memperbaiki diri selama berpuasa dan memperbaiki semua kerusakan organ-organ di tubuh kita.

 

Tahukah kamu, puasa pada hakikatnya melatih kita untuk disiplin waktu? Saat berpuasa, kita harus makan dan minum dalam waktu yang terbatas.

Lewat berpuasa, kita berlatih jujur karena saat berpuasa hanya kita dan Tuhan yang tahu apakah kita

tidak menyantap atau meminum sesuatu walau sedikit sekalipun. Baru pada saat azan magrib berkumandang, kita baru boleh berbuka.

Ayo, siapa yang pernah bohong kepada orangtua, mengaku puasa padahal di belakang sebenarnya makan dan minum?

Mungkin orangtua tidak tahu kalau kita berbohong, tetapi Tuhan tahu, lho. 

 

Fabian Karlos Saputra, Kelas I SMP PGRI 2 Ciledug, Tangerang.

Aku mulai belajar puasa saat kelas III SD. Waktu itu aku hanya kuat berpuasa setengah hari. Sekarang aku sudah berpuasa penuh.

 

Tiffany Cahya Regita, Kelas V SD Negeri Srengseng Sawah 07 Pagi, Jakarta.

Puasa pertamaku saat duduk di kelas II SD. Saat itu aku tetap ikut sahur, tetapi pukul 09.00 pagi aku sudah berbuka puasa karena enggak tahan lapar. Saat kelas III SD hingga sekarang aku kuat puasa penuh.

 

Nabilla Bunga Andari, Kelas VI SDSN Cipinang 01 Kuda Laut, Jakarta.

Selama puasa aku tetap bersekolah. Di sekolah aku tadarus Al-Quran, sedangkan di luar sekolah aku juga mengaji seperti hari-hari biasa. Aku pun tetap ikut les bahasa Inggris, kadang-kadang aku mendengarkan musik, menonton televisi, bermain games di komputer, atau tidur buat mengisi waktu sampai saat berbuka. Malamnya aku shalat tarawih di masjid dekat rumah.

 

Fakhri Arif Sutariadi, Kelas VI SD High Scope Kelapa Gading, Jakarta.

Aku tetap sekolah dan belajar seperti biasa. Tetapi, di sekolah aku mengurangi banyak aktivitas supaya enggak lemas. Sedangkan di rumah aku isi waktu luang dengan menonton televisi atau bermain gadget. Aku tarawih di rumah dengan Ayah dan Bunda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau