Panwaslu DKI Suarakan Gerakan Stop Kampanye SARA

Kompas.com - 29/07/2012, 07:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mendeklarasikan Gerakan Stop Kampanye SARA pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012.

Hal ini tercetus lantaran kampanye hitam bermuatan masalah Suku, Agama, Ras, Antar golongan (SARA) makin marak.

"Kami bersama dengan FKUB ingin memberikan imbauan pada kedua pasangan calon yang lolos putaran kedua beserta tim sukses dan pendukung untuk tidak menebar isu SARA," kata Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah, di Gedung Sasana Prasada Karya, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).

Ia mengungkapkan bahwa mencuatnya isu SARA ini sudah tercium bahkan sebelum penetapan pasangan calon pada Mei lalu. Selebaran yang berisi kegagalan salah satu pasangan calon tertentu di suatu daerah sempat muncul.

Kemudian disusul munculnya poster dengan tulisan "1 Guru 1 Ilmu" yang menampilkan wajah-wajah tersangka korupsi dari Partai Demokrat. Namun, kedua kampanye hitam tersebut langsung diturunkan paksa oleh pihaknya sebelum memasuki kampanye.

Memasuki putaran kedua, isu SARA semakin marak sehingga butuh pencegahan. Isu ini tidak hanya melalui selebaran atau poster tapi juga melalui pesan berantai pada ponsel. Hal ini tentu saja ditakutkan akan memunculkan konflik yang tidak diinginkan.

"Kami mengajak pada masyarakat dan juga media untuk terus memperkuat kampanye Stop SARA pada putaran kedua ini," ujar Ramdansyah.

Saat ini, Panwaslu juga tengah menangani beberapa kasus terkait isu SARA yang menyebar di wilayah Jelambar Baru, Grogol Petamburan dan Menteng Atas. Untuk itu, kini pihaknya membutuhkan peranan pemuka agama untuk ikut menyosialisasikan imbauan kampanye Stop SARA ini.

"Imbauan dari pemuka agama ini sangat dibutuhkan karena mudah-mudahan dapat mengurangi potensi SARA yang akan terjadi," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau