Kiat Wisata di Cirebon

Kompas.com - 29/07/2012, 07:55 WIB

KOMPAS.com – Orang-orang Cirebon banyak yang merantau, bekerja di Jakarta maupun kota-kota besar. Mereka menyebut perjalanan ke Cirebon sebagai pulang kampung. Sementara orang-orang bukan asli Cirebon, melakukan perjalanan ke Cirebon sebagai wisata.

Cirebon menawarkan turis penggemar wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata sejarah. Beruntunglah Anda jika punya kenalan yang menyebut Cirebon sebagai kampung halaman. Anda cukup tanyakan kepada teman Anda itu dari A sampai Z mengenai wisata di Cirebon.

Pun beruntung jika Anda tinggal di Pulau Jawa, sebab akses ke Cirebon sangat mudah dijangkau lewat jalur darat. Apalagi kota ini menjadi persinggahan saat mudik setiap tahunnya di kala libur Lebaran.

Cirebon mulai naik daun sejak batik-batik khas Cirebon yang warna warni mulai dilirik sebagai busana oleh para perempuan di kota-kota besar termasuk Jakarta. Namun jauh sebelumnya, Cirebon selalu menarik untuk dikunjungi.

Akses menuju Cirebon. Ada beragam pilihan moda transportasi umum menuju Cirebon. Anda bisa naik bus, mobil travel, maupun kereta api, untuk jalur darat.

Jika Anda dari luar Pulau Jawa, Anda bisa naik pesawat dengan rute menuju Bandung atau Jakarta. Barulah dari Bandung atau Jakarta, perjalanan dilanjutkan dengan bus, mobil travel, ataupun kereta api.

Dari Jakarta, Anda bisa naik kereta api Cirebon Ekspress dan Argo Jati. Sementara mobil travel ini sudah banyak tersedia tak hanya dari Jakarta dan Bandung, namun juga Yogyakarta, Semarang, dan Purwokerto.

Transportasi dalam kota. Anda bisa saja membawa mobil sendiri untuk pelesir di dalam kota Cirebon. Namun, jika tak hafal jalan, siap-siaplah tersasar. Jalanan di Kota Cirebon berputa-putar hingga sering membuat wisatawan bingung.

Paling mudah, tentu saja dengan cara naik becak. Bisa dibilang, becak menjadi penguasa jalanan Kota Cirebon. Sangat mudah menemukan becak. Tarifnya pun bersahabat dan bisa diajak berkeliling kota. Jarak dekat cukup dengan Rp 5.000.

Pilihan lain adalah dengan naik ojek. Mau gampang, sewa ojek selama seharian. Tarifnya di kisaran Rp 60.000 jika Anda jago menawar. Tentu saja saat berkeliling naik becak dan ojek, sampaikan terlebih dahulu tempat-tempat yang ingin Anda kunjugi.

Taksi juga bisa menjadi alternatif transportasi dalam kota Cirebon. Naik angkutan umum bisa menjadi pilihan. Tetapi ini pun bisa membingungkan jika Anda tak kenal Cirebon.

Arah datang dan arah pulang setiap angkutan umum berbeda. Misalnya, ke suatu tempat dengan naik satu angkutan umum, maka pulangnya Anda harus naik angkutan umum yang lainnya.

Walau begitu pilihan keliling kota dengan angkutan umum bisa seru juga. Semakin kesasar tentu semakin seru. Baiknya, Anda hafalkan nomor dan rute angkutan umum. Tanyakan pada penduduk lokal jika Anda kebingungan. Dengan ramah, mereka akan membantu Anda.

Hotel. Sebagai kota persinggahan, hotel di Cirebon sangat beragam. Mulai dari hotel berbintang tiga sampai kelas melati. Hotel bintang seperti Santika Cirebon dan Grage Hotel memiliki fasilitas mewah layaknya hotel bintang empat atau lima, namun dengan harga terjangkau.

Pilihan lain adalah hotel bujet atau hotel melati. Anda bisa mencarinya di kawasan Jalan Siliwangi, Jalan RA Kartini, dan Jalan Raya Beber. Kisaran harga mulai dari Rp 150.000 ribu per malam.

Kuliner. Wah, berbicara kuliner di Cirebon tak aka nada habisnya. Mulai dari menikmati nasi terbungkus daun jati atau nasi jamblang sampai docang. Nasi jamblang bisa Anda buru di kawasan Jalan Gunung sari.

Docang yang terdiri dari lontong dan sayuran disiram kuah berisikan tempe dibacem, bisa Anda temukan di Jalan Kesambi. Pilihan lain di jalan tersebut adalah nasi lengko.

Coba juga empal gentong dan mi koclok. Ini baru sebagian makanan-makanan yang bisa Anda temukan di Cirebon. Nyatanya, masih ada kuliner lain seperti tahu gejrot dan bubur sop. Pantaslah Cirebon dijadikan destinasi wisata kuliner.

Oleh-oleh. Terasi udang sudah pasti harus masuk dalam daftar oleh-oleh khas Cirebon. Cari saja toko oleh-oleh untuk membeli terasi udang dan kerupuk udang.

Pilihan lain adalah batik khas Cirebon. Anda tinggal mampir ke Batik Trusmi. Di tempat ini, Anda bisa membeli kain batik warna-warni khas Cirebon. Pun aneka busana jadi dari kain batik.

Kisaran biaya. Ambil asumsi wisata di Cirebon selama tiga hari dua malam. Jika Anda dari Jakarta, ongkos kereta api dengan Cirebon Ekspress sekitar Rp 140.000 pulang pergi. Sementara untuk penginapan dua malam dengan hotel melati sekitar Rp 200.000 per malam sudah termasuk sarapan.

Makan siang dan makan malam di Cirebon sangat murah, atur saja bujet paling mahal di kisaran Rp 20.000 sekali makan. Lalu sewa ojek di kisaran Rp 60.000 per hari.

Maka total uang yang Anda keluarkan Rp 840.000. Total ini belum termasuk tiket masuk obyek wisata dan beli oleh-oleh. Namun, tak sampai satu juta rupiah, Anda sudah bisa menikmati wisata di kota Cirebon selama tiga hari dua malam. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau