Ekonomi nasional

Hatta: Indonesia Miskin Pengusaha!

Kompas.com - 29/07/2012, 16:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan bahwa Indonesia kekurangan pengusaha baru. Hatta mengemukakan, ke depan penduduk Indonesia yang menjadi pengusaha akan bertambah sebanyak 4 persen.

"Indonesia masih kekurangan pengusaha sehingga perlu ditumbuhkan pengusaha-pengusaha baru sebagai penggerak perekonomian nasional," ungkap Hatta di Jakarta, Minggu (29/7/2012).

Hatta menjelaskan, saat ini jumlah pengusaha Indonesia masih berada di level angka 1 persen. Dirinya mengaku, jumlah pengusaha di negara maju setidaknya berada di level angka 5 persen dari total perbandingan penduduknya. Ia berharap setidaknya Indonesia dapat mencapai level angka 4 persen atau mendekati negara-negara maju.

"Pengusaha di Indonesia saat ini hanya 1 persen. Kalau negara-negara maju, lebih dari 5 persen. Karena itu, paling tidak kebutuhan pengusaha kita bisa mencapai 4 persen," tuturnya.

Lebih lanjut, Hatta mengatakan, capaian itu harus didapat guna menggapai impian Indonesia untuk masuk ke dalam peringkat 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Untuk itu, Hatta mengatakan, harus ada program-program yang dapat merangsang pertumbuhan pengusaha yang berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi makro ataupun mikro.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau