Aurel: Lebih Nyaman Curhat ke Anak Kecil

Kompas.com - 30/07/2012, 06:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Titania Aurelie Nurhermansyah (14), yang biasa dipanggil Aurel atau Loly, mulai diajarkan oleh pemusik Anang Hermansyah, ayahnya, untuk tegar dalam berkarier dalam industri hiburan. Ia diajari untuk tidak ambil pusing jika ada kabar miring tentangnya dan keluarganya.

"Belajar dari Pipi (panggilan Anang), 'Kamu kalau diginiin orang, kamu diem aja. Pengin nama naik, kamu diem aja'," tutur Aurel ketika diwawancara di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Minggu (29/7/2012).

Tapi, aku Aurel, kadang saran tersebut tak berpengaruh terhadapnya. Akunya pula, perasaannya sempat berubah ketika mengetahui berita tak sedap tentangnya. "Hanya marah-marah saja dan BT sama semua orang," tambahnya.

Aurel mengatakan pula, ia bahkan suka berkeluh kesah kepada Ariannha Amora Lemos--anak ibu kandung Aurel, penyanyi Krisdayanti, dari Raul Lemos. Bagi Aurel, lebih nyaman mencurahkan perasaannya kepada anak kecil seperti Amora, yang belum berusia satu tahun, karena anak itu hanya mendengar tanpa menanggapi. "Sering, kalau lagi sedih, sama-sama Amora. Kan anak kecil, kalau aku curhat, dia diam aja," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau