Peretas

Data 8,7 Juta Pemakai Telepon Seluler Dicuri

Kompas.com - 30/07/2012, 07:28 WIB

SEOUL, KOMPAS.com -- Polisi Korea Selatan menahan dua peretas atau pengganggu (hacker) yang telah mencuri data pribadi 8,7 juta pelanggan telepon seluler dengan sim card dari KT yang juga merupakan operator telepon seluler nomor dua di Korea Selatan. Data ini kemudian dijual kepada perusahaan pemasaran bertelepon (telemarketing).

Pihak perusahaan KT menyebutkan, dua peretas telepon seluler ini ditangkap, Minggu (29/7/2012), karena terbukti mencuri data seperti nama pelanggan, nomor telepon, dan nomor pencatatan tempat tinggal mereka.

"Jumlah ini mencakup hampir setengah dari sekitar 17 juta pelanggan kami," ujar juru bicara KT kepada AFP.

Ia menjelaskan, perusahaan operator telepon seluler ini sudah mengingatkan adanya aksi ini sejak 13 Juli setelah mendeteksi serangan pengganggu.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap mengutip polisi melaporkan, dua pengganggu termasuk seorang mantan programmer pada sebuah perusahana IT lokal menerima sedikitnya 1 miliar won atau sekitar Rp 7,5 miliar dengan menjual data-data yang dicuri tadi.

Sejauh ini dilaporkan ada tujuh orang lainnya di luar perusahaan telemarketing, juga sudah berminat membeli data yang dicuri ini untuk keperluan pemasaran dengan telepon.

"Kami sungguh memohon maaf karena data pribadi pelanggan yang berharga itu bocor. Kami akan berupaya melakukan yang terbaik agar hal ini tidak terjadi kembali," ujar pihak KT kepada pelanggannya.

Penganggu sering menyerang perusahaan besar bertujuan memperoleh akses personal data pelanggan mereka. Hal itu lazim terjadi di Korea Selatan. Korea Selatan merupakan salah negara pengguna telepon seluler terbesar.

Otoritas di Seoul menegaskan, pada Juli tahun lalu pengganggu menggunakan alamat internet yang tercatat di China memperoleh akses ke perusahaan portal situs web besar Korsel, termasuk portal Nate.com. Kemungkinan aksi ini berhasil mencuri data pribadi sekitar 35 juta pengguna.

Pada November 2011, perusahaan pengembangan permainan terkemuka di Seoul, Nexon, menemukan bahwa informasi pribadi dari 12 juta pelanggan dari permainan online popular MapleStory dicuri oleh para pengganggu.

Pada Maret 2010, pihak berwajib Korea Selatan melakukan penyelidikan atas sistem keamanan perusahaan ritel besar Shinsegae dan 24 perusahaan lainnya, setelah data dari 20 juta pelanggannya bocor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau