MELBOURNE, KOMPAS.com - Harga minyak mentah diperdagangkan mendekati posisi penutupan tertinggi dalam satu minggu di New York menyusul spekulasi bahwa para pembuat kebijakan Amerika Serikat dan Eropa akan bertindak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengantaran September naik 5 sen menjadi 90,18 dollar AS per barel, di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, Senin (30/7/2012) pukul 9:39 waktu Sydney. Harga minyak Brent untuk penetapan September naik 4 sen menjadi 106,51 dollar AS per barel, di ICE Futures Europe exchange, London.
Para pembuat kebijakan baik di Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral AS dijadwalkan akan mengadakan pertemuan minggu ini untuk mendiskusikan perekonomian di masing-masing negara. Governing Council ECB dijadwalkan mengadakan pertemuan tanggal 2 Agustus mendatang, di Frankfurt, Jerman. ECB kemungkinan akan memangkas suku bunga acuannya ke rekor terendah yakni 0,75 persen.
Di sisi lain, Federal Open Market Committee the Fed akan mempertimbangkan kebutuhan akan stimulus tambahan dalam pertemuan dua hari yang akan disimpulkan pada 1 Agustus 2012.
Kepala Ekonom Jadwa Investment Co. Paul Gamble mengatakan, investor mempertimbangkan bahwa Bank Sentral AS dan Eropa mungkin akan campur tangan dalam pasar finansial dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi masing-masing negaranya. "Sentimen positif ada di minggu ini," sebut Paul Gamble, di Riyadh, kemarin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang