Warga Tolak Rencana Pembangunan Rumah Dinas TNI

Kompas.com - 30/07/2012, 11:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seratusan warga yang berlatar belakang keluarga purnawirawan TNI AD menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Pasukan Zeni Kostrad, Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2012). Tujuan aksi mereka untuk memprotes rencana pembangunan rumah dinas di lahan kosong yang ada kompleks tersebut.

"Kami menolak pembangunan rumah dinas di lahan kosong seluas 500 meter persegi. Lahan itu masih belum jelas statusnya, masih lahan sengketa," kata Oyobakti, Ketua RT 03 RW 12 Srengseng Sawah, dalam orasinya, Senin (31/7/2012).

Ia menjelaskan, sejak awal pihaknya sudah menentang rencana tersebut. Lantaran mencium adanya penolakan warga, menurut Oyo, pihaknya diintimidasi oleh TNI. Intimidasi itu antara lain dialami oleh ketua RW 12. Informasi tersebut dibantah oleh Kepala Zeni Kostrad Kolonel TNI Djashar. Ia menjelaskan, TNI memiliki dua sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional atas dua bidang lahan seluas 4,5 hektar.

"Satu lingkungan kantor dan satunya sertifikat perumahan itu," kata Djashar.

Lahan tersebut mulai dihuni anggota Kostrad seusai Operasi Mandala atau pembebasan Irian Barat. Perumahan yang ditempati anggota yang saat ini berstatus purnawirawan hanya dibatasi sampai meninggalnya purnawiran atau istrinya. Rumah tersebut tidak untuk diwariskan kepada anak-anak.

"Surat telegram dari Kasad (AD) bagi para purnawirawan yang menempati rumah dinas, masih boleh ditempati sampai mereka meninggal. Kalau meningal, dilanjutkan ke istrinya sampai meninggal. Anak tidak boleh. Itu aturannya," kata Djashar.

Atas dasar itu, ia meminta kesediaan putra-putri purnawirawan TNI yang orangtuanya sudah meninggal untuk tidak mengganggu proses pembangunan rumah dinas tersebut. Mereka juga diharapkan bersedia melepaskan rumah yang diperuntukkan bagi anggota aktif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau