Ramadhan 2012

Ramadhan, Stok Darah di Tegal dan Flores Menipis

Kompas.com - 30/07/2012, 11:14 WIB

TEGAL, KOMPAS.com - Sepekan terakhir ini, stok darah PMI di sejumlah daerah menipis, menyusul berkurangnya jumlah donor dalam bulan puasa ini. Pasien yang membutuhkan darah terpaksa berharap pada pasokan dari anggota keluarga dan kerabat.

Direktur Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Tegal, Jawa Tengah, Hadi Gunawan mengatakan, persediaan darah untuk semua jenis golongan darah di Unit Donor Darah PMI Cabang Tegal kosong. Pihaknya kini hanya melayani kebutuhan darah masyarakat dengan donor pengganti atau donor darah dari keluarga pasien.

Jika biasanya donor darah dalam sebulan sampai 10 kali, pada bulan puasa ini rata-rata hanya lima kali. Itu pun baru dimulai 29 Juli mendatang yang akan dilaksanakan oleh empat gereja dan satu majelis agama Konghucu di Tegal. Padahal, pada bulan-bulan biasa Unit Donor Darah PMI Cabang Tegal mampu menyediakan persediaan darah sekitar 80 persen dari jumlah yang dibutuhkan masyarakat.

Kebutuhan darah masyarakat Tegal rata-rata mencapai 1.000 kantong per bulan. Permintaan terbesar berasal dari pasien penyakit dalam, lebih dari 50 persen. Sisanya berasal dari pasien bedah kandungan, pasien anak- anak, dan penyakit lain.

Hadi mengimbau masyarakat untuk tetap mendonorkan darah pada bulan puasa ini. Unit Donor Darah PMI Tegal membuka pelayanan 24 jam sehingga masyarakat bisa mendonorkan darah pada malam hari.

Iwan (35), keluarga pasien warga Kelurahan Kalinyamat Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, mengaku terkena dampak kosongnya persediaan darah di PMI Tegal. Dalam dua hari terakhir, ia membutuhkan empat kantong darah golongan A untuk ibunya, Sinah (75), yang mengidap penyakit paru-paru.

Ia terpaksa mencari empat anggota keluarganya yang bersedia menyumbangkan darah. ”Untung ada yang mau karena banyak juga yang takut donor darah,” katanya.

Stok darah di Bank Darah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, juga minim, jauh dari kebutuhan rata-rata, yakni hanya 16 kantong darah (10,6 persen). Padahal, rata-rata kebutuhan dapat mencapai 150 kantong darah per bulan. Keluarga pasien harus mengusahakan sendiri untuk mencari darah.

”Yang tersedia hari ini hanya stok golongan darah A, B, dan O. Dalam suasana puasa seperti ini untuk mendapatkan donor juga tidak mudah. Donor dari kalangan Muslim umumnya baru bisa mendonorkan darahnya sehabis buka puasa atau pada malam hari,” kata dr Yosefa Lily dari PMI Ende, Sabtu.

Menurut pantauan di lapangan, stok darah di Bank Darah RSUD Ende pada Sabtu, pukul 13.00, hanya 16 kantong darah, yaitu untuk golongan darah A sebanyak lima kantong, golongan B sembilan kantong, dan dua kantong darah untuk golongan darah O. Tak ada stok untuk golongan darah AB.

Yosefa menjelaskan, minimnya stok darah itu antara lain dipengaruhi kendala operasionalisasi PMI Ende, khususnya dalam menjaring relawan donor. Alokasi dana dari APBD untuk PMI Ende relatif minim, sebagaimana tahun 2011 cuma Rp 25 juta, dan tahun 2012 ini sebesar Rp 75 juta. Dana tersebut hanya cukup untuk membeli kebutuhan rutin seperti kantong darah, reagen, gel test, dan honor petugas PMI.

Padahal, kebutuhan operasional relatif besar, termasuk untuk makanan ekstra bagi donor (telur, kacang hijau, susu, dan vitamin). Tak kalah penting adalah sosialisasi menjaring relawan donor. Dana APBD yang dikucurkan sebesar Rp 75 juta tak cukup untuk kegiatan sosialisasi.

Diatur ulang

Di Solo, Jateng, persediaan darah di PMI Cabang Solo aman hingga H+7 Lebaran. Stok darah saat ini mencapai 2.980 kantong. Kebutuhan selama puasa dan Lebaran mencapai 3.000-3.500 kantong.

Humas PMI Cabang Solo Riki Mirzam mengatakan, hal itu tercapai karena pihaknya mengatur ulang jadwal donor tetap, terutama organisasi yang anggotanya sebagian besar non-Muslim.

Jadwal donor mereka didekatkan dengan bulan puasa. Untuk organisasi Muslim jadwal donor juga dibuat setelah shalat Tarawih. Dengan stok penyangga ini, PMI Solo mampu memenuhi kebutuhan darah hingga H+7 Lebaran, sepanjang tak ada permintaan darah dari PMI cabang kota lain. (SEM/WIE/EKI/SIR/PRA)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau