Emir: Satu Sen Pun Saya Tidak Terima

Kompas.com - 30/07/2012, 13:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka Izedrik Emir Moeis membantah tuduhan dirinya menerima suap dari PT Alstom Indonesia terkait proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tarahan, Lampung, tahun 2004 . Politisi PDI Perjuangan itu mengaku tak pernah menerima suap sesen pun dari PT Alstom Indonesia.

"Saya satu sen pun tidak terima dari Alstom," kata Emir di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/7/2012).

Sebelumnya, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi mengatakan, Emir diduga menerima suap senilai 300.000 dollar AS dari PT Alstom Indonesia. Namun, pihak KPK belum dapat merinci terkait aliran dana itu.

Emir meminta kepada semua pihak agar menunggu proses peradilan. Dia mengaku akan membuktikan tuduhan itu tidak benar. Hingga saat ini, kata dia, belum ada surat panggilan pemeriksaan dari KPK. Dia juga belum menunjuk pengacara untuk mendampingi.

Emir mengaku sudah pindah dari Komisi VIII ketika tender proyek itu terjadi. Menurut dia, tidak mungkin dirinya mencampuri proses tender. "Aku enggak ngerti. Ini tender internasional. Mana bisa kita ikut campur," ucapnya.

Selain membantah terlibat korupsi, politisi yang kini menjabat Ketua Komisi XI itu menyebut dirinya malah banyak menguntungkan negara ketika itu. "Waktu itu ada 23 proyek listrik swasta yang macet sisa Orde Baru. Harganya gila-gilanya, 8 sen, 9 sen, 9,5 sen per kilowatt. Itu yang saya tekan jadi 4,5 sen. Negara diuntungkan ratusan triliun rupiah sebenarnya," papar Emir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau