Stoner tampil luar biasa dan mengumpulkan tambahan 25 poin setelah memenangi pertarungan sengit melawan Lorenzo di Sirkuit Laguna Seca, California, Minggu (29/7) atau Senin (30/7) dini hari WIB. Hasil ini membuat Stoner memangkas selisih lima poin dari Lorenzo yang mengakhiri lomba sebagai runner-up.
Meski gagal menjadi juara di Laguna Seca, Lorenzo menunjukkan konsistensinya dengan selalu finis sebagai juara atau runner-up, kecuali di seri Belanda di Sirkuit Assen. Dia tidak finis karena mengalami kecelakaan.
Di klasemen sementara, Lorenzo masih memimpin dengan 205 poin. Pedrosa di urutan kedua dengan 182 poin dan Stoner di urutan ketiga dengan 173 poin atau terpaut 32 poin dari total raihan Lorenzo.
Dani Pedrosa, rekan setim Stoner, finis di urutan ketiga dan kian sulit mengejar Lorenzo. Pedrosa yang perkasa di sesi latihan kembali kesulitan mengalahkan Lorenzo dan Stoner.
Dengan asumsi Lorenzo selalu finis tidak lebih buruk dari posisi kedua, Stoner perlu memenangi tujuh seri berturut-turut untuk dapat merebut posisi puncak klasemen. Pada delapan seri yang tersisa sampai akhir musim, Stoner harus bekerja ekstra keras untuk memenangi kedelapan seri itu jika ingin pensiun dari MotoGP dengan gelar juara dunia.
Di sisi lain, Pedrosa juga memiliki peluang menjadi juara karena hanya terpaut 23 poin dari Lorenzo. Jika mampu memenangi lima seri berturut-turut, Pedrosa dapat menggantikan posisi Lorenzo. Namun, mengacu pada penampilannya di musim ini, sulit bagi Pedrosa untuk mewujudkan impiannya menjadi juara dunia.
”Saya sangat gembira dapat kembali menjadi juara di musim ini. Kemenangan ini sangat penting untuk mengatur strategi persaingan menjadi juara di musim ini,” kata Stoner, yang juga menjadi juara pertama di sirkuit ini pada musim 2011.
Menurut Stoner, kunci keberhasilannya di Laguna Seca adalah ketepatan memilih ban. Kala semua pebalap memilih ban keras agar dapat menempuh 32 putaran, Stoner memakai ban lunak yang berpotensi aus lebih cepat.
Saat start, Stoner yang berada di posisi kedua langsung tertinggal dari Lorenzo dan Pedrosa yang start di posisi pertama dan ketiga. Namun, Stoner bangkit dan menyalip Pedrosa di putaran kedua.
Lorenzo sudah melesat jauh saat Stoner menyalip Pedrosa. Namun, ban pilihan Stoner membuat pebalap Australia itu memotong selisih waktu di setiap putaran.
Pada putaran ke-20, Stoner menyalip Lorenzo di lintasan lurus. Stoner terus memperlebar jarak dan finis di urutan pertama, diikuti Lorenzo dan Pedrosa. Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow finis di urutan keempat dan kelima.
”Stoner sangat cepat. Tidak mungkin mengejarnya setelah dia menyalip. Hari ini harinya Stoner,” kata Lorenzo.
Urutan keenam sampai ke-10 adalah Nicky Hayden, Stefan Bradl, Alvaro Bautista, Aleix Espargaro, dan Karel Abraham. Ben Spies dan Valentino Rossi terjatuh dan kehilangan beberapa poin yang sangat penting.