Ramadhan 2012

Sambut Pemudik, Tanjung Perak Mulai Berbenah

Kompas.com - 31/07/2012, 07:45 WIB

 

SURABAYA, KOMPAS.com - Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, mulai berbenah menyambut arus mudik dan arus balik Lebaran. Kapasitas terminal penumpang dan kapasitas kapal yang dapat bersandar di dermaga ditambah sehingga siap untuk menampung lebih dari 3.000 orang.

”Kami juga akan pasang tenda di depan terminal,” kata Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III Edi Priyanto, Senin (30/7) di Surabaya.

Terminal penumpang terdiri dari Terminal Penumpang Gapura Surya dan Terminal Penumpang Gapura Nusantara yang keduanya dapat menampung 2.500 orang. Adapun khusus terminal penumpang kapal ro-ro dapat menampung 700 orang.

Menurut Edi, Pelabuhan Tanjung Perak biasanya ramai saat arus balik Lebaran. Banyak warga Jatim yang akan kembali bekerja di Kalimantan sebagai pekerja kebun sawit dan tambang.

Para penumpang kapal cenderung menunggu lebih lama di pelabuhan karena jadwal kapal dapat berubah.

Untuk angkutan Lebaran tahun ini, kata Edi, setidaknya ada 21 kapal yang siap beroperasi. Sebagian besar kapal bertujuan ke Kalimantan dan Sulawesi.

Tali tambatan di dermaga pun ditambah supaya lebih banyak kapal yang dapat bersandar. Untuk arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, sebanyak 6 kapal penumpang dapat bersandar secara bersamaan dalam satu hari. Pada hari biasa hanya tiga kapal yang dapat bersandar per hari.

Sementara itu, Firstson Mansyur dari Humas PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Surabaya, mengatakan, pihaknya masih akan membahas persiapan angkutan Lebaran Rabu pekan ini.

Menurut Firstson, pada hari biasa Bandara Juanda dikunjungi rata-rata 40.000 orang per hari. Pada saat arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 50.000 orang per hari.

Sehubungan banyaknya ruas jalan di jalur pantai utara, jalur tengah, dan jalur selatan di Provinsi Jawa Tengah, pemudik terutama yang menggunakan sepeda motor diimbau melintas pada siang hari. Imbauan itu disampaikan Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Jawa Tengah, Ananta Aji, Senin.

Melintas siang

Supaya lebih aman melintasi Jateng yang merupakan titik cair pemudik dari Jakarta, pemudik sebaiknya melintas pada siang hari.

Ananta Aji mengatakan, ada dua alasan pemudik sebaiknya tiba siang hari. Pertama, banyak ruas jalan yang belum semuanya rampung perbaikan peningkatan jalannya. Kedua, banyak ruas jalan di Jawa Tengah masih kekurangan lampu penerang.

Dishubkominfo Jateng belum sanggup melengkapi semua jalan dengan lampu penerang. Untuk penerangan jalan dengan menggunakan sel tenaga matahari saja diperlukan dana Rp 90 juta per unit.

Perbaikan Jalan Trans-Kalimantan poros tengah di dua tempat, di wilayah Kalimantan Selatan, dipastikan belum rampung pada masa mudik Lebaran nanti. Perbaikan jalan yang masih dalam proses ada di Jalan Ahmad Yani Kilometer 60-80 Tungkap- Binuang dan Jembatan Barito-Kapuas (Kalimantan Tengah). Hal ini dikatakan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan M Arsyadi, Senin. (DEN/WHO/WER/WIE/EGI/RAZ)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau