JAKARTA, KOMPAS.com - Resesi di Spanyol kian dalam pada kuartal kedua tahun ini. Kondisi ini seiring pengetatan moneter, yang akan diterapkan untuk menghindari krisis anggaran.
Akibatnya pun mulai terasa pada tingkat permintaan dan tingkat harga konsumen. Data PDB negeri Matador menunjukkan penurunan 0,4 persen dari kuartal sebelumnya, setelah berkontraksi sebanyk 0,3 persen pada kuartal pertama tahun ini.
Riset Monex Investindo Futures menyatakan, perekonomian Spanyol merosot sebesar satu persen dari setahun lalu. Tingkat harga konsumen menurut Spanyol dan Uni Eropa naik sebesar 2,2 persen secara tahunan.
Kenaikan didorong melambungnya harga obat-obatan yang diberlakukan pemerintah, untuk menghemat anggaran dan memangkas defisit.
Ekonom pada broker Intermoney di Madrid, Jose Carlos Diez, menyatakan akan memerhatikan inflasi sektor jasa domestik. Diprediksi hal itu. "Tingkat konsumsi masih sangat lemah," kata Jose.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang