Ramadhan 2012

Tes Narkoba, BNN Cukur Para Masinis KA

Kompas.com - 31/07/2012, 12:56 WIB

JAKARTA KOMPAS.com - Tes Narkoba terhadap 100 orang masinis dan asisten masinis, dilakukan dengan mengambil sampel rabut. Hal ini berbeda dengan pengambilan sampel pada umumnya yang menggunakan urine. Kegiatan ini dalam rangka kesiapan angkutan mudik menjelang hari raya Idul Fitri 1433 H.

Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Sumirat Dwiyanto, mengatakan, baik tes urine ataupun dengan pengambilan sampel rambut, sebenarnya keduanya sama efektifnya. "Jadi kami melaksanakan deteksi dini, dengan mengambil sampel lima untai rambut. Ini untuk mengetahui penggunaan dalam waktu yang lama. Jadi tidak ada bedanya dengan tes urine, ini sama efektifnya," ujar Sumirat kepada wartawan, Selasa (31/7/2012).

Dalam pemeriksaan, kata Sumirat, rambut kemudian akan dibersihkan, dan kemudian dicuci untuk menghilangkan zat kimia pada rambut seperti dari minyak rambut dan sebagainya. Setelah dibersihkan dari zat-zat kimia yang ada pada rambut, kemudian rambut dibakar. Lalu abunya diperiksa pakai gas cromatografi spektro foto meter (gas chromatography coupled to tandem mass spectrometry) atau alat untuk memeriksakan abu. "Jadi ketahuan tingkatan pemakaian," kata Sumirat.

Senior Manager Humas PT KAI Daerah Operasi I (Daop 1) Jakarta, Mateta Rizalulhaq mengatakan, semua pegawai dan masinis akan diperiksa. Karena Jakarta merupakan tempat awal keberangkatan (mudik). "Jadi saat ini di sini (Jatinegara) ada 100 orang. Di Tanah Abang juga 100. Tapi nanti secara berlanjut akan dilakukan pemeriksaan terhadap lainnya. Karena total jumlah masinis yang akan di periksa ada 296 orang dan asisten masinis 150 orang," ujar Mateta.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia, hari Selasa ini memeriksakan kesehatan dan tes narkoba kepada sekitar 100 masinis dan asisten masinis Daop 1. Kegiatan tersebut dalam rangka kesiapan angkutan mudik menjelang hari raya Idul Fitri 1433 H. Dalam kegiatan ini PT KAI bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Adapun total masinis yang akan diperiksa secara keseluruhan, untuk Daop 1 sebanyak 296 masinis dan 150 asisten masinis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau